Lembaga Kemahasiswaan Wadah Penting Kembangkan Skill
Jum'at, 25 Februari 2022 - 19:04 WIB
"Untuk bisa menguasai keterampilan-keterampilan, tidak mungkin bisa dicapai seluruhnya dalam proses pembelajaran di kelas. Oleh karena, peran lembaga kemahasiswaan sangat vital untuk membentuk skill-skill tersebut. Di lembaga kemahasiswaan lah tempat yang paling tepat melatih dan mengembangkan skill tersebut," tegasnya.
Namun demikian, untuk membuat peran lembaga kemahasiswaan menjadi penting, maka harus juga mampu mewadahi seluruh kreativitas mahasiswa.
"Tugas kami adalah, memfasilitasi seluruh kreativitas mahasiswa sepanjang tidak melanggar hukum," sambung Mantan Wakil Ketua II STIE Nobel itu.
Baca Juga: ITB Nobel Gandeng Unasma Perkuat Kolaborasi Pendidikan
Lembaga kemahasiswaan juga harus menjadi aktor penting bagi masa depan mahasiswa. Namun, untuk mewujudkan hal itu, pengembangan personal menjadi acuan yang utama. "Bagaimana bisa berpikir kritis bagi bangsa, kalau bagi kepentingan dirinya saja tidak bisa kritis," tegasnya.
Selain itu, sambung Badar, tidak semua kebutuhan skill bisa diselesaikan di bangku perkuliahan. Olehnya itu, mahasiswa harus memiliki nilai tambah dalam proses perkuliahannya.
"Kalau perlu mahasiswa harus kritis untuk menolak dosen yang tidak bisa memberi nilai tambah bagi pengetahuannya," tukasnya.
Namun demikian, untuk membuat peran lembaga kemahasiswaan menjadi penting, maka harus juga mampu mewadahi seluruh kreativitas mahasiswa.
"Tugas kami adalah, memfasilitasi seluruh kreativitas mahasiswa sepanjang tidak melanggar hukum," sambung Mantan Wakil Ketua II STIE Nobel itu.
Baca Juga: ITB Nobel Gandeng Unasma Perkuat Kolaborasi Pendidikan
Lembaga kemahasiswaan juga harus menjadi aktor penting bagi masa depan mahasiswa. Namun, untuk mewujudkan hal itu, pengembangan personal menjadi acuan yang utama. "Bagaimana bisa berpikir kritis bagi bangsa, kalau bagi kepentingan dirinya saja tidak bisa kritis," tegasnya.
Selain itu, sambung Badar, tidak semua kebutuhan skill bisa diselesaikan di bangku perkuliahan. Olehnya itu, mahasiswa harus memiliki nilai tambah dalam proses perkuliahannya.
"Kalau perlu mahasiswa harus kritis untuk menolak dosen yang tidak bisa memberi nilai tambah bagi pengetahuannya," tukasnya.
Lihat Juga :