Pimpinan Ponpes di Batanghari Jambi Ditangkap usai Raba Santriwati saat Meruqyah
Kamis, 17 Februari 2022 - 18:07 WIB
Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) di Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari ini tega mencabuli korban yang tidak lain adalah santriwatinya sendiri. iNews TV/Joni
BATANGHARI - Bejat, kalimat ini pantas untuk pelaku pecabulan beranisial NH. Pasalnya, Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) di Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari ini tega mencabuli korban yang tidak lain adalah santriwatinya sendiri.
Kapolres Batanghari Jambi AKBP Muhamad Hasan S.IK MH mengatakan, bahwa pelaku pencabulan tersebut adalah pimpinan Ponpes di kecamatan Pemayung. "Pelakunya ini juga sebagai pengasuh di pondok pesantren tersebut," ucapnya.
Dikatakan, modus pelaku adalah ingin melakukan Ruqyah terhadap korban. "Pelaku ini modusnya melakukan Ruqyah terhadap korban, namun dalam melakukan Ruqyah pelaku meraba bagian sensitif korban," kata Kapolres Kamis (17/2/2022).
Mantan Kasubdit II Ditreskrimum Polda Jambi ini menyebutkan saat ini korban dalam kondisi trauma dan sudah di bawa pulang ke rumahnya. "Korban trauma dan mendapatkan pendampingan dari psikolog, kami juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi korban," imbuhnya.
Dijelaskan, pelaku mengaku bahwa sudah dua kali melakukan aksi tersebut." Pengakuan pelaku baru dua kali, pertama pada malam Jumat, selanjutnya pada Sabtu pagi," jelas kapolres. Baca: Tinggal Sebatang Kara, Siahaan Ditemukan Tewas Membusuk di Rumah.
Kapolres Batanghari Jambi AKBP Muhamad Hasan S.IK MH mengatakan, bahwa pelaku pencabulan tersebut adalah pimpinan Ponpes di kecamatan Pemayung. "Pelakunya ini juga sebagai pengasuh di pondok pesantren tersebut," ucapnya.
Dikatakan, modus pelaku adalah ingin melakukan Ruqyah terhadap korban. "Pelaku ini modusnya melakukan Ruqyah terhadap korban, namun dalam melakukan Ruqyah pelaku meraba bagian sensitif korban," kata Kapolres Kamis (17/2/2022).
Mantan Kasubdit II Ditreskrimum Polda Jambi ini menyebutkan saat ini korban dalam kondisi trauma dan sudah di bawa pulang ke rumahnya. "Korban trauma dan mendapatkan pendampingan dari psikolog, kami juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi korban," imbuhnya.
Dijelaskan, pelaku mengaku bahwa sudah dua kali melakukan aksi tersebut." Pengakuan pelaku baru dua kali, pertama pada malam Jumat, selanjutnya pada Sabtu pagi," jelas kapolres. Baca: Tinggal Sebatang Kara, Siahaan Ditemukan Tewas Membusuk di Rumah.