Kesal Perawat Tertidur, Keluarga Pasien Mengamuk di RSUD Bima

Sabtu, 13 Juni 2020 - 19:09 WIB


Dijelaskannya, puncak kemarahan yang timbul dari Hermansyah setelah sebelumnya 2 orang suruhannya dengan waktu yang berbeda mendatangi ruangan tempat para petugas medis tertidur. Saat dibangunkan pertama kali, para petugas tak menghiraukan panggilan. Ketika dibangunkan kedua kalinya, justru salah seorang petugas menyeru agar cairan infus pada pasien dimatikan dan akan diganti besok pagi.

"Siapa yang tidak marah mendapat jawaban seperti itu. Apalagi ini cucu pertama saya, dan ibunya harus dijamin hidup. Namun begitulah yang terjadi pada keluarga kami yang kurang mampu, jaminan kesehatan hanya bisa mengandalkan BPJS," sesal Hermansyah.

Diungkapkannya, NK (20) yang merupakan anak kandungnya merupakan pasien rujukan RS Sape, karena sempat dirawat di sana mengingat dekat dari rumahnya di Desa Rai Oi, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Setelah di bawa ke RSUD Bima pada Kamis (11/6/2020) pukul 09.30 Wita, NK ditempatkan pada ruangan persalinan.

Selanjutnya pada pada Kamis sore sekitar pukul 16.30 wita, NK melahirkan anak pertamanya dengan cara operasi. Dua hari menjalani perawatan usia operasi tak sedikit pun menuai kendala. Baru pada Sabtu dini hari sekitar 02.45 wita, cairan infus pun terlihat habis dalam botol.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!