Seorang Ojol Luka Parah demi Pertahankan Motor saat Dibegal 3 Orang di Palembang
Senin, 31 Januari 2022 - 13:03 WIB
Ariandi (24), warga Jalan Letnan Murod Kecamatan Ilir Timur 1 Palembang menjadi korban begal di kawasan Jalan Syakyakirti, Kecamatan Gandus, Palembang. SINDOnews/Dede
PALEMBANG - Aksi tindakan pencurian disertai kekerasan seperti begal kembali marak di Kota Palembang. Ariandi (24), warga Jalan Letnan Murod Kecamatan Ilir Timur 1 Palembang menjadi korban begal di kawasan Jalan Syakyakirti, Kecamatan Gandus, Palembang.
Ana (45), ibu korban mengatakan, bahwa anaknya yang kesehariannya berkerja sebagai driver ojek online (Ojol) tersebut menjadi korban begal usai mengantar temannya ke kawasan Tangga Buntung.
"Kemarin malam dia (Ariandi) ini mengantar temannya ke daerah Tangga Buntung. Sesudah mengantar itulah dia menjadi korban begal," ujar Ana saat ditemui di kediamannya, Senin (31/1/2022).
Ana menceritakan, saat hendak jalan pulang melintasi Jalan Syakyakirti ada tiga pelaku begal yang mengendarai satu motor mendekati anaknya tersebut dan langsung merampas motor.
"Kemudian anak saya terseret lebih dari 5 meter dan motor pun jatuh bersamaan dengannya. Ketiga pelaku langsung menghampiri Ariandi dan memukulinya menggunakan kayu sambil meminta handphone dan kunci motor tersebut," jelasnya.
Meski mendapat tindakan penganiayaan, korban masih berupaya mempertahankan motornya dan berteriak minta tolong. Melihat korban berteriak minta tolong, kedua pelaku kabur lari sambil membawa motor matic milik korban dengan cara didorong menggunakan kaki.
Ana (45), ibu korban mengatakan, bahwa anaknya yang kesehariannya berkerja sebagai driver ojek online (Ojol) tersebut menjadi korban begal usai mengantar temannya ke kawasan Tangga Buntung.
"Kemarin malam dia (Ariandi) ini mengantar temannya ke daerah Tangga Buntung. Sesudah mengantar itulah dia menjadi korban begal," ujar Ana saat ditemui di kediamannya, Senin (31/1/2022).
Ana menceritakan, saat hendak jalan pulang melintasi Jalan Syakyakirti ada tiga pelaku begal yang mengendarai satu motor mendekati anaknya tersebut dan langsung merampas motor.
"Kemudian anak saya terseret lebih dari 5 meter dan motor pun jatuh bersamaan dengannya. Ketiga pelaku langsung menghampiri Ariandi dan memukulinya menggunakan kayu sambil meminta handphone dan kunci motor tersebut," jelasnya.
Meski mendapat tindakan penganiayaan, korban masih berupaya mempertahankan motornya dan berteriak minta tolong. Melihat korban berteriak minta tolong, kedua pelaku kabur lari sambil membawa motor matic milik korban dengan cara didorong menggunakan kaki.
Lihat Juga :