Cerita Pengungsi Banjir Kalideres, Kurang Makanan, Demam hingga Gatal-gatal

Kamis, 20 Januari 2022 - 09:36 WIB
Dia terpaksa beristirahat dengan kondisi kasur yang basah. Namun, tidak lama setelah dirinya berharap-harap pasrah, ketua RT setempat datang ke permukimannya memberitahu warga untuk pindah ke posko pengungsian di Ruang Publk Terpadu Ramah Anak (RPTRA) RW02.

”Mengungi mulai jam 1 malem (dini hari) lah, selain kekurangan makanan, kondisi pengungsi gatal – gatal. Dimana perhatian pemerintah, tidak ada sama sekali. Kami sangat menderita dengan kondisi ini,” ungkapnya. Baca juga: Waspada! Ini 5 Wilayah Utara Jakarta Terancam Banjir Rob

Selama dua hari tinggal di tempat pengungsian, Hasnawi mengaku belum mendapatkan bantuan makanan dari pemerintah. Ia mengatakan, bantuan makanan hanya datang dari sejumlah komunitas. ”Kalau masalah bantuan makan dapet (dari komunitas),” ujarnya.

Ketua RW 02 Tegal Alur, Krisdiantoro mengatakan ketinggian air di wilayahnya mencapai hingga 120 sentimeter. Ia mendata ada 11 RT yang terendam dengan total sekitar 5.000 jiwa.”Yang masih terendam RW2, ada 11 RT masih terendam 60-120 cm,” katanya.

Saat ini, kata dia, ada 72 warga di RW02 mengungsi di RPTRA yang tertelak di RT 08. Kemudian, tak jauh dari lokasi RPTRA, terdapat pos RW02 yang dijadikan dapur umum bagi para pengungsi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!