Sering Banjir, Warga Bangun Tanggul di Jalan Pondok Bambu
Jum'at, 14 Januari 2022 - 01:02 WIB
Warga RW 10 Kelurahan Pondok Bambu, Jakarta Timur bangun tanggul beton di Jalan Teluk Tomini A1 perbatasan RT 09 dengan RT 13. Foto/SINDOnews/Okto Rizki Alvino
JAKARTA - Lantaran tak kunjung mendapat solusi atas persoalan banjir yang kerap merendam jalan lingkungan, warga RW 10 Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur membangun tanggul beton di Jalan Teluk Tomini A1 perbatasan RT 09 dengan RT 13.
Alex, petugas keamanan setempat mengatakan, tanggul itu dibangun oleh warga sudah sejak dua pekan ke belakang. Tanggul itu memiliki tinggi 50 sentimeter, dibangun untuk mengatasi banjir luapan saluran penghubung.
”Dibangun di perbatasan RT 09 dengan RT 13 karena kontur tanah di sini rendah. Setiap hujan pasti banjir, karena air kiriman semua larinya ke sini,” kata Alex, Kamis (13/1/2022). Baca juga: Banjir Jakarta Timur-Bekasi Belum Teratasi, 3 Kota Ini Kompak Pertanyakan Kinerja Kementerian PUPR
Menurut dia, pembangunan tanggul itu memang menyalahi aturan. Namun, langkah ini diambil untuk mengatasi persoalan banjir serta sebagai bentuk protes warga terhadap Pemkot Jakarta Timur yang tak kunjung melakukan tindakan.
”Banjir udah sering terjadi, kalau enggak begini air enggak bakal kelar, biarin begini biar ada solusinya. biar orang ramai, maksudnya tembok ini dibuat biar ada perhatian dari atas (pejabat),” ujarnya.
Sejumlah warga RT 09, kata dia, tidak terlalu mempersoalkan pembangunan tanggul itu. Pasalnya, lokasi tempat tanggul berdiri sangat jarang dilalui kendaraan baik motor maupun mobil.
Alex, petugas keamanan setempat mengatakan, tanggul itu dibangun oleh warga sudah sejak dua pekan ke belakang. Tanggul itu memiliki tinggi 50 sentimeter, dibangun untuk mengatasi banjir luapan saluran penghubung.
”Dibangun di perbatasan RT 09 dengan RT 13 karena kontur tanah di sini rendah. Setiap hujan pasti banjir, karena air kiriman semua larinya ke sini,” kata Alex, Kamis (13/1/2022). Baca juga: Banjir Jakarta Timur-Bekasi Belum Teratasi, 3 Kota Ini Kompak Pertanyakan Kinerja Kementerian PUPR
Menurut dia, pembangunan tanggul itu memang menyalahi aturan. Namun, langkah ini diambil untuk mengatasi persoalan banjir serta sebagai bentuk protes warga terhadap Pemkot Jakarta Timur yang tak kunjung melakukan tindakan.
”Banjir udah sering terjadi, kalau enggak begini air enggak bakal kelar, biarin begini biar ada solusinya. biar orang ramai, maksudnya tembok ini dibuat biar ada perhatian dari atas (pejabat),” ujarnya.
Sejumlah warga RT 09, kata dia, tidak terlalu mempersoalkan pembangunan tanggul itu. Pasalnya, lokasi tempat tanggul berdiri sangat jarang dilalui kendaraan baik motor maupun mobil.
Lihat Juga :