Solidkan Kader, Demokrat Jakarta Bagikan Ikan Laut ke DPC dan PAC
Sabtu, 01 Januari 2022 - 17:49 WIB
Demokrat Jakarta Bagikan Ikan Laut ke DPC dan PAC. Foto/SINDOnews/Okto Rizki Alvino
JAKARTA - Momentum pergantian tahun baru 2022 dimanfaatkan sejumlah kader dan fungsionaris Partai Demokrat DKI Jakarta dengan menggelar diskusi politik ditingkat akar rumput.
Kader utama Partai Demokrat Mujiyono mengatakan, diskusi politik dibarengi dengan acara bakar-bakar ikan di malam pergantian tahun. Diskusi politik itu diakuinya menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kembali demokrasi di tengah masyarakat dengan politik santun.
”Seperti yang dikatakan Ketua Umum Partai Demokrat AHY, Indonesia tengah mengalami resesi demokrasi karena pandemi Covid-19. Bahkan dalam laporan terakhir Economist Intelligence Unit, tren penurunan kualitas demokrasi telah membuat Indonesia dimasukkan dalam kategori “flaweddemocracies” atau negara demokrasi yang cacat,” kata Mujiyono.
Menurut dia, kondisi itu terjadi akibat kemajuan teknologi yang tidak diimbangi dengan budaya Indonesia. Sebab, lanjut dia, masifnya demokrasi digital dengan hadirnya fenomena buzzer sudah sangat mengganggu kesatuan dan persatuan Indonesia. Baca juga: Kisruh Partai Demokrat, Kubu Moeldoko Kalah Lagi di PTUN
Kader utama Partai Demokrat Mujiyono mengatakan, diskusi politik dibarengi dengan acara bakar-bakar ikan di malam pergantian tahun. Diskusi politik itu diakuinya menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kembali demokrasi di tengah masyarakat dengan politik santun.
”Seperti yang dikatakan Ketua Umum Partai Demokrat AHY, Indonesia tengah mengalami resesi demokrasi karena pandemi Covid-19. Bahkan dalam laporan terakhir Economist Intelligence Unit, tren penurunan kualitas demokrasi telah membuat Indonesia dimasukkan dalam kategori “flaweddemocracies” atau negara demokrasi yang cacat,” kata Mujiyono.
Menurut dia, kondisi itu terjadi akibat kemajuan teknologi yang tidak diimbangi dengan budaya Indonesia. Sebab, lanjut dia, masifnya demokrasi digital dengan hadirnya fenomena buzzer sudah sangat mengganggu kesatuan dan persatuan Indonesia. Baca juga: Kisruh Partai Demokrat, Kubu Moeldoko Kalah Lagi di PTUN
Lihat Juga :