Ahok Jadi Kandidat Dirut Pertamina, Pengamat: Tidak Jaminan
Selasa, 09 Juni 2020 - 23:29 WIB
Ahok masuk dalam bursa nama pemimpin baru PT Pertamina (Persero) di tengah isu perombakan bulan ini, dimana menurut pengamat menerangkan sosok Ahok tidak menjadi jaminan sebagai pilihan tepat. Foto/Dok
JAKARTA - Rencana perubahan dalam jajaran direksi PT Pertamina (Persero) telah memunculkan banyak nama calon yang diperkirakan bakal mengisi posisi direktur utama yang baru.
Salah satunya Basuki Tjahja Purnama atau Ahok yang saat ini menduduki posisi Komisaris Pertamina, dimana menurut pengamat tidak bisa menjamin bisa memberantas mafia migas. (BACA JUGA: Ekonom Khawatir Iuran Tapera Miliki Motif Tersembunyi)
Seperti diketahui mafia migas menjadi retorika baru dalam rangka menjustifikasi “pengangkatan” Ahok untuk memimpin Pertamina. Namun Pengamat Energi Marwan Batubara mengatakan, sosoknya belum bisa dipastikan jadi pilihan tepat.
"Terlepas bahwa pemberantasan mafia migas merupakan retorika baru dalam rangka menjustifikasi “pengangkatan” Ahok, rakyat harus sadar ketegasan Ahok semasa menjabat Gubernur DKI tidak serta merta bisa menjadi jaminan akan mampu memberantas mafia migas. Sebab, upaya pemberantasan mafia migas sudah dilakukan Jokowi melalui pembentukan TRTKM pada November 2014," kata Marwan saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Selasa (9/6/2020).
Salah satunya Basuki Tjahja Purnama atau Ahok yang saat ini menduduki posisi Komisaris Pertamina, dimana menurut pengamat tidak bisa menjamin bisa memberantas mafia migas. (BACA JUGA: Ekonom Khawatir Iuran Tapera Miliki Motif Tersembunyi)
Seperti diketahui mafia migas menjadi retorika baru dalam rangka menjustifikasi “pengangkatan” Ahok untuk memimpin Pertamina. Namun Pengamat Energi Marwan Batubara mengatakan, sosoknya belum bisa dipastikan jadi pilihan tepat.
"Terlepas bahwa pemberantasan mafia migas merupakan retorika baru dalam rangka menjustifikasi “pengangkatan” Ahok, rakyat harus sadar ketegasan Ahok semasa menjabat Gubernur DKI tidak serta merta bisa menjadi jaminan akan mampu memberantas mafia migas. Sebab, upaya pemberantasan mafia migas sudah dilakukan Jokowi melalui pembentukan TRTKM pada November 2014," kata Marwan saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Selasa (9/6/2020).
Lihat Juga :