Begini Usulan Bima Arya ke Pemerintah Pusat Soal Shift Jam Kerja Karyawan di DKI
Selasa, 09 Juni 2020 - 12:11 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya menyampaikan usulan terkait waktu kerja karyawan di Jakarta, khususnya yang biasa menggunakan jasa KRL Commuterline.Foto/SINDOnews/Haryudi
BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya menyampaikan usulan terkait waktu kerja karyawan di Jakarta , khususnya yang biasa menggunakan jasa KRL Commuterline . Bima mengaku usulan tersebut saat ini tengah dibahas sejumlah kementerian terkait.
Pada Selasa (9/6/2020), Bima Arya meninjau aktivitas Stasiun Bogor, memantau pergerakan penumpang mulai dari pintu masuk hingga ke dalam gerbong kereta. Berdasarkan pantauan, suasana stasiun lebih terkendali dari hari sebelumnya, Senin, 8 Juni 2020 kemarin. Dari perbincangan singkat Bima Arya dengan beberapa penumpang, waktu yang dibutuhkan setiap penumpang mulai dari pintu masuk hingga naik KRL sekitar 15-20 menit.
"Kami melihat pagi ini kondisinya lebih baik dari kemarin. PT KAI dan KCI sudah mengatur dengan rapi di sini, jaga jarak semua di sini. Tapi tetap saya kira harus ada pengaturan yang lebih rinci dan rapi lagi. Karena begitu kantor-kantor lebih banyak dibuka, tidak akan bisa menampung arus penumpang, akan ada penumpukan," kata Bima kepada wartawan. (Baca; Fase Transisi Bisa Lama, Bima Arya Usul Kantor-kantor di Jakarta Sediakan Bus Karyawan)
Bima mengungkapkan, telah menyampaikan usulannya terkait waktu kerja karyawan (shift), khususnya yang biasa menggunakan jasa commuterline pun sudah dibahas oleh tingkat kementerian terkait. "Semalam kami melakukan rakor melalui video conference mengenai pembahasan waktu kerja karyawan agar tidak terjadi penumpukan di terminal dan stasiun. Ada Pak Kepala Gugus Tugas Nasional (Letjen TNI Doni Monardo), Menko Perekonomian, Menteri Perhubungan, Menteri Perindustrian, Menteri Tenaga Kerja dan kepala daerah se-Jabodetabek membahas hal tersebut," ungkapnya.
Pada Selasa (9/6/2020), Bima Arya meninjau aktivitas Stasiun Bogor, memantau pergerakan penumpang mulai dari pintu masuk hingga ke dalam gerbong kereta. Berdasarkan pantauan, suasana stasiun lebih terkendali dari hari sebelumnya, Senin, 8 Juni 2020 kemarin. Dari perbincangan singkat Bima Arya dengan beberapa penumpang, waktu yang dibutuhkan setiap penumpang mulai dari pintu masuk hingga naik KRL sekitar 15-20 menit.
"Kami melihat pagi ini kondisinya lebih baik dari kemarin. PT KAI dan KCI sudah mengatur dengan rapi di sini, jaga jarak semua di sini. Tapi tetap saya kira harus ada pengaturan yang lebih rinci dan rapi lagi. Karena begitu kantor-kantor lebih banyak dibuka, tidak akan bisa menampung arus penumpang, akan ada penumpukan," kata Bima kepada wartawan. (Baca; Fase Transisi Bisa Lama, Bima Arya Usul Kantor-kantor di Jakarta Sediakan Bus Karyawan)
Bima mengungkapkan, telah menyampaikan usulannya terkait waktu kerja karyawan (shift), khususnya yang biasa menggunakan jasa commuterline pun sudah dibahas oleh tingkat kementerian terkait. "Semalam kami melakukan rakor melalui video conference mengenai pembahasan waktu kerja karyawan agar tidak terjadi penumpukan di terminal dan stasiun. Ada Pak Kepala Gugus Tugas Nasional (Letjen TNI Doni Monardo), Menko Perekonomian, Menteri Perhubungan, Menteri Perindustrian, Menteri Tenaga Kerja dan kepala daerah se-Jabodetabek membahas hal tersebut," ungkapnya.
Lihat Juga :