Obat Apps Gandeng AFI Yogyakarta Lahirkan Pharmapreneur
Senin, 20 Desember 2021 - 18:07 WIB
Pendampingan dan hibah kewirausahaan tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan teknologi bahan alam yang sedang digiatkan oleh AFI Yogyakarta melalui penelitian dosen, mahasiswa, serta pharmapreneur sehingga dapat mendorong produksi dan eksekusi hasil penelitian yang telah ada.
“Harapannya, mahasiswa bisa menjadi pengusaha dan memasarkan produknya setelah lulus kuliah,” ujarnya.
Berdasarkan data tracer study yang disampaikan oleh Andi, sebanyak 96% lulusan kampus AFI Yogyakarta terserap menjadi tenaga kerja kefarmasian sesuai dengan bidang ilmu yang dipelajari dengan waktu tunggu yang relatif singkat.
“Kami selalu mempertahankan kualitas lulusannya dari akademis maupun softskill, bahkan capaian hasil Ujian Kompetensi (UKOM) pun meduduki posisi 3 besar skala nasional,” ungkapnya.
Selain itu, penilaian masyarakat terhadap kampus juga bagus dari sisi manajerial dan pelayanan kefarmasian yang mencapai angka 88 poin. Sehingga praktik farmasi komunitas berjalan dengan baik. Baca: Rumah Warga Ambruk di Bantaran Sungai Buntung Sleman.
“Harapannya, mahasiswa bisa menjadi pengusaha dan memasarkan produknya setelah lulus kuliah,” ujarnya.
Berdasarkan data tracer study yang disampaikan oleh Andi, sebanyak 96% lulusan kampus AFI Yogyakarta terserap menjadi tenaga kerja kefarmasian sesuai dengan bidang ilmu yang dipelajari dengan waktu tunggu yang relatif singkat.
“Kami selalu mempertahankan kualitas lulusannya dari akademis maupun softskill, bahkan capaian hasil Ujian Kompetensi (UKOM) pun meduduki posisi 3 besar skala nasional,” ungkapnya.
Selain itu, penilaian masyarakat terhadap kampus juga bagus dari sisi manajerial dan pelayanan kefarmasian yang mencapai angka 88 poin. Sehingga praktik farmasi komunitas berjalan dengan baik. Baca: Rumah Warga Ambruk di Bantaran Sungai Buntung Sleman.
Lihat Juga :