Selama Januari - Nopember 2021, Neraca Perdagangan Jawa Timur Defisit USD3,99 Miliar

Sabtu, 18 Desember 2021 - 03:22 WIB
Sedangkan komoditas impor terbesar adalah bahan bakar motor, tanpa timbal dari RON lainnya tidak dicampur senilai USD1,51 miliar. Disusul bahan bakar motor, tanpa timbal dari RON 90 dan lebih tetapi di bawah RON 97 tidak dicampur senilai USD1,49 juta. Berikutnya adalah komoditas hasil dari ekstraksi minyak kacang kedelai lainnya dengan nilai USD986,38 juta.

Data BPS Jatim juga menunjukkan, selama Januari - Nopember 2021, ekspor nonmigas ke kawasan negara ASEAN sebesar USD3,43 miliar atau sebesar 17,74 persen dari total ekspor Jatim. Malaysia menjadi tujuan utama dengan nilai ekspor USD1,42 miliar. Sedangkan ekspor nonmigas ke Uni Eropa mencapai USD1,60 miliar. Ekspor ke Belanda merupakan yang terbesar ke Uni Eropa yakni senilai USD496,54 juta.

Sementara itu untuk impor nonmigas, selama Januari - Nopember 2021, dari kelompok negara ASEAN sebesar USD2,51 miliar. Utamanya dari Thailand dengan nilai sebesar USD848,59 juta. Sedangkan nilai impor dari kawasan Uni Eropa sebesar USD1,25 miliar. Utamanya berasal dari Jerman sebesar USD375,07 juta. Tiga negara utama penyumbang impor ke Jatim periode Januari - Nopember 2021, masih didominasi dari Tiongkok dengan nilai impor sebesar USD5,65 miliar. Disusul dari Amerika Serikat sebesar USD1,31 miliar dan dari Hongkong sebesar USD918,93 juta
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!