Distribusi Bahan Pangan hingga BBM Terganggu Geladak Perak Putus karena Erupsi Semeru

Senin, 13 Desember 2021 - 16:39 WIB
Namun pihaknya memastikan SPBU dan Pertashop di Pronojiwo, yang menjadi wilayah terluar yang disuplai Pertamina Terminal Malang masih aman. Khusus untuk lima titik Pertashop yang dikelola Pertamina di wilayah Candipuro, Sidhi menyebutkan ada 3.000 liter per hari kebutuhan bahan bakar yang disuplai.

Baca juga: Gempa M5,3 di Jember Getarannya Terasa Sampai Bali

"Per hari rata - rata 1.000 liter. Jadi mungkin untuk Pertashop ini maksimal kapasitas tangki 3.000 liter. Kemarin kami data sudah kami sampaikan ke Surabaya, rata-rata per titiknya itu penjualan itu rata - rata 1.000 liter per hari, sekitar 900 - 1.200 liter per hari, karena masing - masing bervariasi, tergantung letak lokasinya Pertashop tersebut. Rata-rata kami yang di pinggir jalan utama itu seharusnya lebih relatif tinggi," paparnya.

Sementara itu terputusnya Jembatan Geladak Perak, juga mengakibatkan distribusi barang di toko ritel modern Indomaret di Kecamatan Pronojiwo dan Kecamatan Pronojiwo, terdampak. Selama ini kedua kecamatan tersebut disuplai oleh area Kabupaten Jember, namun karena jembatan terputus maka pengiriman barang disuplai dari Malang.

Asisten Kepala Toko Indomaret Pronojiwo Jiwo Harsoyo mengakui, sejak erupsi Gunung Semeru memutuskan Jembatan Geladak Perak distribusi barang di Indomaret Pronojiwo terhampat. Beberapa stok barang seperti roti, buah - buahan, dan kantong plastik tak mencukupi.

"Berdampak soalnya jembatan terputus kakau kirimannya harusnya tiap hari ini masih dicover oleh Malang. Sebelumnya ikut Jember, biasanya lewat Jembatan Geladak Perak," ucap Jiwo Harsoyo, ditemui beberapa waktu lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!