Pacu Literasi Anak, Migo Indonesia dan Dinas Pendidikan Kota Cirebon Manfaatkan Kearifan Lokal
Jum'at, 10 Desember 2021 - 09:32 WIB
Migo Indonesia bersama Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Jawa Barat, menyelenggarakan lokakarya untuk tenaga pengajar sekolah dasar dengan topik Membangun Budaya Literasi Melalui Kearifan Lokal di Cirebon. Foto Ist
CIREBON - Keterampilan literasi merupakan salah satu keterampilan penting di dunia, yang termasuk di dalamnya keterampilan membaca, bercerita, dan menulis. Pasalnya, kemampuan literasi dapat membantu meningkatkan prestasi anak dalam mencapai kesuksesan.
Survei Programme for International Student Assessment (PISA) yang dirilis oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) mengungkapkan, jika Indonesia termasuk ke dalam 10 negara dengan minat membaca yang paling rendah. Karena itu, dibutuhkan sebuah upaya kreatif dan adaptif untuk meningkatkan kegemaran membaca. Salah satu caranya dengan memanfaatkan kearifan lokal.
Baca : Minimalisir Distraksi Belajar, Migo x Bully Wujudkan Kesejahteraan Digital
Dalam rangka mendukung bertumbuhnya keterampilan literasi, kecintaan terhadap budaya lokal, dan mewujudkan kontribusi terhadap dunia pendidikan, Migo Indonesia bersama Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Jawa Barat, menyelenggarakan lokakarya untuk tenaga pengajar sekolah dasar dengan topik “Membangun Budaya Literasi Melalui Kearifan Lokal di Cirebon” pada Minggu, 5 Desember 2021.
Penetapan kurikulum muatan lokal (Mulok) pendidikan telah menjadi arahan pemerintah provinsi sejak tahun 2013. Mulok diajarkan dengan tujuan membekali peserta didik dengan sikap, pengetahuan, dan keterampilan, serta melestarikan dan mengembangkan keunggulan, juga kearifan daerah yang berguna untuk menunjang pembangunan nasional.
Di bawah arahan Dinas Pendidikan Kota Cirebon, sekolah-sekolah telah mengimplementasikan kurikulum Mulok, seperti pembinaan dan pengembangan sastra dan bahasa, serta pembangunan kepedulian budaya.
Survei Programme for International Student Assessment (PISA) yang dirilis oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) mengungkapkan, jika Indonesia termasuk ke dalam 10 negara dengan minat membaca yang paling rendah. Karena itu, dibutuhkan sebuah upaya kreatif dan adaptif untuk meningkatkan kegemaran membaca. Salah satu caranya dengan memanfaatkan kearifan lokal.
Baca : Minimalisir Distraksi Belajar, Migo x Bully Wujudkan Kesejahteraan Digital
Dalam rangka mendukung bertumbuhnya keterampilan literasi, kecintaan terhadap budaya lokal, dan mewujudkan kontribusi terhadap dunia pendidikan, Migo Indonesia bersama Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Jawa Barat, menyelenggarakan lokakarya untuk tenaga pengajar sekolah dasar dengan topik “Membangun Budaya Literasi Melalui Kearifan Lokal di Cirebon” pada Minggu, 5 Desember 2021.
Penetapan kurikulum muatan lokal (Mulok) pendidikan telah menjadi arahan pemerintah provinsi sejak tahun 2013. Mulok diajarkan dengan tujuan membekali peserta didik dengan sikap, pengetahuan, dan keterampilan, serta melestarikan dan mengembangkan keunggulan, juga kearifan daerah yang berguna untuk menunjang pembangunan nasional.
Di bawah arahan Dinas Pendidikan Kota Cirebon, sekolah-sekolah telah mengimplementasikan kurikulum Mulok, seperti pembinaan dan pengembangan sastra dan bahasa, serta pembangunan kepedulian budaya.
Lihat Juga :