Kisah Ki Sura Mendadak Buta usai Bikin Keris Pasopati untuk Sunan Bonang

Jum'at, 10 Desember 2021 - 05:01 WIB
Jawa Timur, Senin (9/11/2020). Foto/SINDOphoto

Dalam versis yang disusunnya, Olthof menceritakan Sunan Bonang menuju hutan setelah menerima keris dari Ki Sura. Putra dari Raden Rahmat atau Sunan Ampel itu melihat tonggak jati berlubang di tepi air.

Tonggak itu diamat-amati. Terbetik hatinya untuk dibuat gagang keris. Setelah sampai di rumah, dibuatlah gagang untuk keris dhapur (bentuk) pasopati dan sangkelat tadi. Begitu selesai dan dirasa pantas jika dipakai para raja, oleh Sunan Bonang gagang kedua keris itu dinamai Tunggak Semi.

Di hari Jumat, Sunan Bonang salat di masjid. Saat itu Sunan Kudus melihat mengapa dia tak memakai cis. Bercerita lah Sunan Bonang bahwa tombak kecil itu telah dijadikan dua keris.

“Sunan Kudus senang sekali melihat bentuk keris tadi, lalu dipinjam dan dibuat contoh membuat keris,” ujar Olthof. Orang yang diminta membuat keris itu seorang pandai besi bernama Ki Janas. Setelah selesai, keris pasopati dikembalikan lagi ke Sunan Bonang.

Menurut Koesni dalam ‘Pakem Pengetahuian tentang Keris’, keris dhapur pasopati diciptakan oleh Mpu Ramahadi atau Mpu Ramayadi atau juga biasa disebut Mpu Ramadi, ketika sedang menempa keris di angkasa. Dia seorang mpu keturunan dewa yang sangat sakti dan memiliki umur mencapai 110 tahun.

Mpu Ramahadi hidup pada zaman Jawa Kanda sekitar tahun 125 Saka. Mpu Ramahadi menciptakan tiga buah keris yaitu dhapur Lar Ngatrap, dhapur Pasopati dan dhapur Cundrik Arum. Dalam jurnal ISI bertajuk ‘Penciptaan Bilah Keris Dhapur Pasopati Tinatah Emas Bunga Melati’ disebutkan, pasopati merupakan penggambaran dari Dwa Siwa yang juga dikenal dengan nama Sang Hyang Pasopati atau Sang Hyang Surapati sebagai salah satu dewa perang, dewa pelindung dan juga dewa bijaksana

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!