Wujudkan Toleransi Beragama, Universitas Pancasila Bangun Vihara
Kamis, 09 Desember 2021 - 01:39 WIB
Dia menuturkan, di negara dengan keanekaragaman ini yang paling berbahaya adalah fanatisme buta yang dibarengi dengan kebodohan karena bisa menimbulkan fundamentalisme dan radikalisme. Baca juga: Anies Sebut Vihara Dharma Jaya Toasebio Teduhkan Kehidupan Bermasyarakat
”Radikalisme inilah akan menimbulkan bibit-bibit terorisme, seperti kita lihat di beberapa tempat ada perusakan sarana ibadah. Terorisme sebenarnya tumbuh dari orang-orang bodoh dan tidak mendalami pelajaran agamanya, sebab semua agama mengajarkan kasih-sayang terhadap sesama umat dan juga semua mahluk hidup,” paparnya.
Di tempat yang sama, Bhante Y.M Dhammiko Thera berharap dengan adanya vihara di lingkungan kampus UP bisa dijadikan contoh oleh kampus lain. Menurutnya, keberagaman merupakan keniscayaan dan tidak bisa dihindari. ”Diharapkan ada pemahaman sehingga bisa muncul sikap toleransi dan saling menghargai antar sesama pemeluk agama dalam kampus ini dan yang ada di masyarakat luas,” katanya.
Dia berharap agar generasi mau mempelajari nilai budaya luhur yang ada sejak lama. Diceritakan dia sejak dulu sudah ada keanekaragaman kepercayaan beragama dan mereka saling menghargai satu sama lain. ”Karena semuanya saling menghargai. Semuanya difasilitasi oleh Negara. Jadi Negara mengakui keberagaman ini dan tentu ini ditanamkan nilai ini kepada masyarakat,” pungkasnya.
”Radikalisme inilah akan menimbulkan bibit-bibit terorisme, seperti kita lihat di beberapa tempat ada perusakan sarana ibadah. Terorisme sebenarnya tumbuh dari orang-orang bodoh dan tidak mendalami pelajaran agamanya, sebab semua agama mengajarkan kasih-sayang terhadap sesama umat dan juga semua mahluk hidup,” paparnya.
Di tempat yang sama, Bhante Y.M Dhammiko Thera berharap dengan adanya vihara di lingkungan kampus UP bisa dijadikan contoh oleh kampus lain. Menurutnya, keberagaman merupakan keniscayaan dan tidak bisa dihindari. ”Diharapkan ada pemahaman sehingga bisa muncul sikap toleransi dan saling menghargai antar sesama pemeluk agama dalam kampus ini dan yang ada di masyarakat luas,” katanya.
Dia berharap agar generasi mau mempelajari nilai budaya luhur yang ada sejak lama. Diceritakan dia sejak dulu sudah ada keanekaragaman kepercayaan beragama dan mereka saling menghargai satu sama lain. ”Karena semuanya saling menghargai. Semuanya difasilitasi oleh Negara. Jadi Negara mengakui keberagaman ini dan tentu ini ditanamkan nilai ini kepada masyarakat,” pungkasnya.
(ams)
Lihat Juga :