Pandemi Bikin Pendapatan Pariwisata dan Hotel Raib Rp70 Triliun
Minggu, 07 Juni 2020 - 20:32 WIB
Foto/SINDOnews
JAKARTA - Pariwisata dan hotel adalah sektor yang benar-benar terpukul oleh pandemi Corona. Bagaimana tidak, berdasarkan catatan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) pandemi telah menyebabkan lebih dari 2.000 hotel dan 8.000 restoran tutup.
Nah penutupan tersebut telah membuat potensi pendapatan hilang selama Januari hingga April 2020 sebesar Rp 70 triliun. Rinciannya, sektor hotel sekitar Rp30 triliun dan restoran Rp40 triliun. Malahan, jumlah itu belum termasuk hilangnya potensi devisa sebesar US$4 miliar atau sekitar Rp58 triliun (kurs Rp14.500).
"Akibat pandemi Covid-19, potensi devisa yang hilang dari sektor perhotelan dan pariwisata selama Januari hingga April 2020 sebesar US$4 miliar,” kata Ketua Umum Apindo Hariyadi B Sukamdani dalam acara diskusi yang digelar Center for Indonesia Policy Studies (CIPS) di Jakarta.
Ia merinci untuk kerugian maskapai penerbangan mencapai US$812 juta, dan kerugian operator tur atau perjalanan Rp4 triliun. Sedangkan untuk pekerja sektor pariwisata, sebanyak 90% telah dirumahkan atau unpaid leave.
Nah penutupan tersebut telah membuat potensi pendapatan hilang selama Januari hingga April 2020 sebesar Rp 70 triliun. Rinciannya, sektor hotel sekitar Rp30 triliun dan restoran Rp40 triliun. Malahan, jumlah itu belum termasuk hilangnya potensi devisa sebesar US$4 miliar atau sekitar Rp58 triliun (kurs Rp14.500).
"Akibat pandemi Covid-19, potensi devisa yang hilang dari sektor perhotelan dan pariwisata selama Januari hingga April 2020 sebesar US$4 miliar,” kata Ketua Umum Apindo Hariyadi B Sukamdani dalam acara diskusi yang digelar Center for Indonesia Policy Studies (CIPS) di Jakarta.
Ia merinci untuk kerugian maskapai penerbangan mencapai US$812 juta, dan kerugian operator tur atau perjalanan Rp4 triliun. Sedangkan untuk pekerja sektor pariwisata, sebanyak 90% telah dirumahkan atau unpaid leave.
Lihat Juga :