OTK Serang Asrama Mahasiswa, Polisi Jamin Keamanan
Minggu, 28 November 2021 - 17:03 WIB
Polisi menjamin keamanan pasca penyerangan OTK terhadap asrama mahasiswa terjadi di Makassar. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Peristiwa penyerangan oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK), dua malam belakangan terjadi di Makassar. Para pelaku menggunakan senjata tajam dan rakitan menyerang beberapa asrama mahasiswa. Mereka merusak hingga melukai penghuni.
Pertama para pelaku menyerang sekretariat mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar, di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Jumat (26/11) sekira pukul 21.10 WITA. Informasi kepolisian, penyerang berjumlah puluhan orang.
Baca Juga: Polisi Usut Penyerangan Sekolah di Momen Hari Guru Nasional
Dari kejadian ini, seorang pemuda yang tidak disebutkan identitasnya, mengalami luka tebas parang di tangan. "Yang bersangkutan adalah Ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Fakultas Pertanian UIM," kata Kasubag Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando, Minggu (28/11/2021).
Lando menyebutkan, petugas dari Polsek Tamalanrea dibackup Polrestabes Makassar dan Polda Sulsel sementara menyelidiki kasus tersebut. Sejumlah barang bukti, seperti sarung parang, batu dan CCTV telah diambil. "Termasuk keterangan saksi di lokasi," ucapnya.
Pertama para pelaku menyerang sekretariat mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar, di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Jumat (26/11) sekira pukul 21.10 WITA. Informasi kepolisian, penyerang berjumlah puluhan orang.
Baca Juga: Polisi Usut Penyerangan Sekolah di Momen Hari Guru Nasional
Dari kejadian ini, seorang pemuda yang tidak disebutkan identitasnya, mengalami luka tebas parang di tangan. "Yang bersangkutan adalah Ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Fakultas Pertanian UIM," kata Kasubag Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando, Minggu (28/11/2021).
Lando menyebutkan, petugas dari Polsek Tamalanrea dibackup Polrestabes Makassar dan Polda Sulsel sementara menyelidiki kasus tersebut. Sejumlah barang bukti, seperti sarung parang, batu dan CCTV telah diambil. "Termasuk keterangan saksi di lokasi," ucapnya.
Lihat Juga :