Mendagri Soroti Realisasi Serapan Anggaran APBD Pemda di Sumut
Rabu, 24 November 2021 - 10:57 WIB
Sedangkan untuk jumlah realisasi penerimaan pendapatan baik dari dana transfer pemerintah pusat dan penerimaan asli daerah masih 79,35 persen. Hal itu disampaikan saat pemaparan rapat Forkopimda di Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Sudirman, Medan.
"Di sini kita bisa lihat gap pendapat dan belanja. Sumut 79,35 persen, sedangkan realisasi belanja 68,28 persen. Ini artinya masih ada celah fiskal lebih kurang 11 persen, ini yang mungkin perlu digenjot 11 persen ini," ujar Tito dikutip Rabu (24/11/2021).
Selanjutnya mantan Kapolri itu menyebut realisasi penerimaan APBD Kota Siantar yang masih rendah yakni berkisar 51 persen. Menurutnya, hal itu akan berpengaruh terhadap belanja.
Baca juga: Pinrang Heboh! Seorang Pemuda Dilamar Gadis SMP dengan Mahar Uang Tunai Setengah Miliar Rupiah
Daerah yang disebut Mendagri yakni Kabupaten Labuhanbatu Selatan sebesar 49,62 persen, Kabupaten Mandailing Natal 49,40 persen, Kabupaten Nias 49,22 persen, Kota Sibolga 46,92 persen, Kota Medan 46,22 persen, Kota Tanjungbalai 45,37 persen, Kota Padangsidimpuan 44,98 persen dan Kabupaten Karo 43,54 persen.
"Saya mau atensi teman-teman wali kota dan bupati, masih ada beberapa daerah yang belanja nya di bawah 50 persen, ada 45 persen ini menunjukkan bahwa ada uang yang tertahan, mudah-mudahan akhir tahun mulai dibayar November dan Desember," ungkapnya.
"Di sini kita bisa lihat gap pendapat dan belanja. Sumut 79,35 persen, sedangkan realisasi belanja 68,28 persen. Ini artinya masih ada celah fiskal lebih kurang 11 persen, ini yang mungkin perlu digenjot 11 persen ini," ujar Tito dikutip Rabu (24/11/2021).
Selanjutnya mantan Kapolri itu menyebut realisasi penerimaan APBD Kota Siantar yang masih rendah yakni berkisar 51 persen. Menurutnya, hal itu akan berpengaruh terhadap belanja.
Baca juga: Pinrang Heboh! Seorang Pemuda Dilamar Gadis SMP dengan Mahar Uang Tunai Setengah Miliar Rupiah
Daerah yang disebut Mendagri yakni Kabupaten Labuhanbatu Selatan sebesar 49,62 persen, Kabupaten Mandailing Natal 49,40 persen, Kabupaten Nias 49,22 persen, Kota Sibolga 46,92 persen, Kota Medan 46,22 persen, Kota Tanjungbalai 45,37 persen, Kota Padangsidimpuan 44,98 persen dan Kabupaten Karo 43,54 persen.
"Saya mau atensi teman-teman wali kota dan bupati, masih ada beberapa daerah yang belanja nya di bawah 50 persen, ada 45 persen ini menunjukkan bahwa ada uang yang tertahan, mudah-mudahan akhir tahun mulai dibayar November dan Desember," ungkapnya.
Lihat Juga :