Sejarah Lahirnya Forum Betawi Rempug yang Ditonggaki Agamawan Muda

Senin, 22 November 2021 - 10:00 WIB
FBR lahir di tengah komunitas sosial masyarakat yang heterogen di Ibu Kota Negara Jakarta, karena seluruh suku bangsa berinteraksi dalam gerak masyarakat yang cepat. Oleh karenanya, kemajemukan yang menjadi ciri khas penduduk Jakarta dianggap harus menjadi asset utama dalam pembangunan ekonomi dan pembangunan moral.

Masyarakat Betawi sebagai warga inti Jakarta memiliki banyak tantangan dalam mengembangkan dirinya di tengah masyarakat yang majemuk, baik di bidang politik, sosial budaya, ekonomi, agama dan lain sebagainya. Sehingga lahirnya FBR diharapkan masyarakat Betawi dapat menyalurkan aspirasi, mengaktualisasikan diri dan mengembangkan potensi tanpa harus menyisihkan etnis lain yang kebetulan hidup berdampingan di bumi Betawi.

Baca juga: Kapolres Tangerang Sebut Ormas PP dan FBR Sering Bentrok 2 Minggu Sekali

Semenjak FBR berdiri, muncul keinginan kuat kaum Betawi dan para simpatisan di sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, untuk bersatu dan care. Dengan menyatukan potensi dalam kebersamaan, FBR berani tampil menjadi fungsi kontrol terhadap ketidak adilan dalam segala aspek kehidupan di tengah masyarakat, berbangsa dan bernegara, baik di bidang politik, hukum, ekonomi dan moral.

FBR dengan visi misi dan program-programnya, jelas ingin menjunjung tinggi harkat dan martabat kaumnya di tanah kelahirannya sendiri sebagai tujuan akhir, yakni berupa kesejahteraan kedamaian terhadap para anggotanya. serta para simpatisan yang peduli ingin memajukan dan membesarkan FBR. Walaupun FBR hanya sebuah organisasi massa lokal, namun gerak langkah dan gayanya secara perlahan membuat keberadaannya diakui secara nasional, bahkan dunia.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!