Anggota DPRD DKI Kenneth Temukan Biang Kerok Banjir di Permukiman Penduduk
Sabtu, 20 November 2021 - 10:14 WIB
"Jadi bayangkan kalau saluran air ini mampet dan tidak berfungsi dengan baik. Permasalahan untuk penanggulangan banjir akan menemukan jalan buntu. Permasalahan saluran air di permukiman padat penduduk ini saya perhatikan jarang sekali mendapatkan perhatian khusus dari Pemprov DKI, padahal ini bisa menjadi salah satu kunci untuk menanggulangi banjir yang melanda DKI Jakarta." kata Kent.
Lalu, lanjut Kent, banyak sekali permohonan Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan), dan juga laporan Cepat Respons Masyarakat atau Citizen Relation Management (CRM), tidak pernah terakomodir dengan baik oleh Pemkot maupun Pemprov DKI Jakarta.
Hal yang paling terparah, kata Kent, hasil temuannya banyak sekali warga di permukiman padat penduduk maupun di perumahan elite membangun pekarangannya atau pagar rumah di atas saluran air, menutup saluran air dengan coran beton yang luput dari pengawasan Pemprov DKI. Hal ini membuat kesulitan petugas untuk melakukan pembersihan atau melakukan pengerukan lumpur.
"Di lapangan banyak juga warga yang membangun pagarnya atau pekarangannya itu sampai menutup saluran air, untuk dijadikan parkiran mobil atau halaman rumah. Ini yang menjadi kendala atau permasalahan besar di lapangan jika kita ingin melakukan perbaikan atau pembersihan saluran. Memangnya boleh ya kalau saluran air ditutup atau dimatikan fungsinya seperti itu?," tuturnya.
Tak itu saja, Kent juga menemukan saluran air dimatikan fungsinya dengan cara dicor beton. Jika saluran air tidak berfungsi dengan baik, dan banyak beralih fungsi menjadi hunian, maka sampah yang ada jelas sulit dibersihkan. Baca: PPKM Level 3, Wagub Ariza: Kami Dukung Keputusan Pemerintah Pusat
Lalu, lanjut Kent, banyak sekali permohonan Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan), dan juga laporan Cepat Respons Masyarakat atau Citizen Relation Management (CRM), tidak pernah terakomodir dengan baik oleh Pemkot maupun Pemprov DKI Jakarta.
Hal yang paling terparah, kata Kent, hasil temuannya banyak sekali warga di permukiman padat penduduk maupun di perumahan elite membangun pekarangannya atau pagar rumah di atas saluran air, menutup saluran air dengan coran beton yang luput dari pengawasan Pemprov DKI. Hal ini membuat kesulitan petugas untuk melakukan pembersihan atau melakukan pengerukan lumpur.
"Di lapangan banyak juga warga yang membangun pagarnya atau pekarangannya itu sampai menutup saluran air, untuk dijadikan parkiran mobil atau halaman rumah. Ini yang menjadi kendala atau permasalahan besar di lapangan jika kita ingin melakukan perbaikan atau pembersihan saluran. Memangnya boleh ya kalau saluran air ditutup atau dimatikan fungsinya seperti itu?," tuturnya.
Tak itu saja, Kent juga menemukan saluran air dimatikan fungsinya dengan cara dicor beton. Jika saluran air tidak berfungsi dengan baik, dan banyak beralih fungsi menjadi hunian, maka sampah yang ada jelas sulit dibersihkan. Baca: PPKM Level 3, Wagub Ariza: Kami Dukung Keputusan Pemerintah Pusat
Lihat Juga :