Kadin Diharap Mampu Tingkatkan Jumlah Pelaku Usaha di Gowa
Jum'at, 19 November 2021 - 19:18 WIB
Khusus di Kabupaten Gowa, pemerintah terus berusaha meningkatkan rasio pengusaha dengan aktif bersinergi dan berkolaborasi dengan pelaku-pelaku usaha, baik secara langsung, maupun melalui organisasi yang menaungi pengusaha tersebut. Salah satunya adalah Kadin.
Bupati mengaku, tidak ada yang dapat dilakukan jika semua elemen berjalan sendiri-sendiri. Kesuksesan menurutnya hanya dapat dicapai dengan kolaborasi.
Kolaborasi ini harus dilakukan oleh 5 pilar pembangunan yang terjalin di dalam teori Pentahelix, yaitu pemerintah, masyarakat, pengusaha, akademisi, dan media.
"Pada 2045, Indonesia diprediksi akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terkuat keempat di dunia akibat adanya bonus demografi, di mana jumlah usia produktif kita lebih banyak daripada yang tidak produktif," terang Adnan.
Baca juga:The Body Shop Tawarkan Paket Hadiah Edisi Terbatas Natal dan Tahun Baru
Olehnya itu, untuk mewujudkan hal tersebut ia menyampaikan bahwa usia produktif yang dimiliki ini harus memiliki kompetensi dan skill yang lebih baik agar mampu menggerakkan perputaran ekonomi yang lebih maju.
Pada kesempatan ini juga, Adnan meminta kepada seluruh elemen untuk bekerja sama, menjaga kolaborasi dan kekompakan dalam menghadapi dua isu besar di masa pandemi Covid-19 , yaitu isu pemulihan ekonomi dan kesehatan, dalam hal ini penanganan Covid-19.
Bupati Adnan menegaskan bahwa kedua isu besar itu tidak dapat hanya dipilih salah satunya, akan tetapi harus berjalan beriringan.
"Kegiatan ekonomi harus berjalan dan kesehatan juga terpenuhi. Sebab jika hanya memilih salah satu, maka akan menjadi berantakan dan berdampak langsung kepada masyarakat maupun pemerintah daerah," pungkasnya.
Bupati mengaku, tidak ada yang dapat dilakukan jika semua elemen berjalan sendiri-sendiri. Kesuksesan menurutnya hanya dapat dicapai dengan kolaborasi.
Kolaborasi ini harus dilakukan oleh 5 pilar pembangunan yang terjalin di dalam teori Pentahelix, yaitu pemerintah, masyarakat, pengusaha, akademisi, dan media.
"Pada 2045, Indonesia diprediksi akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terkuat keempat di dunia akibat adanya bonus demografi, di mana jumlah usia produktif kita lebih banyak daripada yang tidak produktif," terang Adnan.
Baca juga:The Body Shop Tawarkan Paket Hadiah Edisi Terbatas Natal dan Tahun Baru
Olehnya itu, untuk mewujudkan hal tersebut ia menyampaikan bahwa usia produktif yang dimiliki ini harus memiliki kompetensi dan skill yang lebih baik agar mampu menggerakkan perputaran ekonomi yang lebih maju.
Pada kesempatan ini juga, Adnan meminta kepada seluruh elemen untuk bekerja sama, menjaga kolaborasi dan kekompakan dalam menghadapi dua isu besar di masa pandemi Covid-19 , yaitu isu pemulihan ekonomi dan kesehatan, dalam hal ini penanganan Covid-19.
Bupati Adnan menegaskan bahwa kedua isu besar itu tidak dapat hanya dipilih salah satunya, akan tetapi harus berjalan beriringan.
"Kegiatan ekonomi harus berjalan dan kesehatan juga terpenuhi. Sebab jika hanya memilih salah satu, maka akan menjadi berantakan dan berdampak langsung kepada masyarakat maupun pemerintah daerah," pungkasnya.
Lihat Juga :