Ada Gibran, Purnomo 'Terpaksa' Mundur, Peluang Rekomendasi Tipis
Jum'at, 05 Juni 2020 - 19:20 WIB
Sebagai orangtua, kata Agus, Purnomo memandang hal itu sebagai bentuk kompetisi. Sehingga lebih baik mundur mengingat secara politik tidak memungkinkan mendapat rekomendasi. Sehingga Achmad Purnomo dinilai tengah menyampaikan realitas politik yang tengah dihadapi saat ini.
Berkompetisi dengan Gibran sebagai anak Presiden, dianggap sangat berat karena secara politik gennya lebih tinggi. Mulai dari aspek popularitas, dukungan politik, dan lainnya. Sehingga untuk memenangkan rekomendasi DPP PDIP untuk diusung sebagai Calon Wali Kota tentunya sangat berat. (Baca juga : Golkar Dukung Gibran Tanpa Syarat di Pilwalkot Solo )
Terkait sikap DPC PDIP Solo yang dinilai masih menginginkan Achmad Purnomo tetap maju, dia menilai karena mundurnya Purnomo karena masih keputusan pribadi. Namun hal itu belum diputuskan dalam rapat organisasi. Selama ini, Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) yang paling keras agar pasangan Achmad Purnomo-Teguh Prakosa yang maju. Terlebih DPC PDIP Solo yang mengusulkan pasangan itu ke DPP PDIP.
"Bagi DPC PDIP Solo, mundurnya Achmad Purnomo mungkin dianggap tidak sehat karena dulu kan sudah mengajukan, kok sekarang tiba tiba sekarang mundur," terangnya. Sehingga benturan kepentingan antara urusan pribadi Achmad Purnomo dengan urusan organisasi DPC PDIP Solo harus diselesaikan dulu secara internal.
Disinggung mengenai peluang duet Gibran-Purnomo dalam Pilwalkot Solo, secara politik mungkin saja."Namun kalau dilihat dari gengsi dan marwah politik, masak ada orang tiga kali menjadi Wakil Wali Kota. Rasanya tidak masuk akal," tegasnya.
Berkompetisi dengan Gibran sebagai anak Presiden, dianggap sangat berat karena secara politik gennya lebih tinggi. Mulai dari aspek popularitas, dukungan politik, dan lainnya. Sehingga untuk memenangkan rekomendasi DPP PDIP untuk diusung sebagai Calon Wali Kota tentunya sangat berat. (Baca juga : Golkar Dukung Gibran Tanpa Syarat di Pilwalkot Solo )
Terkait sikap DPC PDIP Solo yang dinilai masih menginginkan Achmad Purnomo tetap maju, dia menilai karena mundurnya Purnomo karena masih keputusan pribadi. Namun hal itu belum diputuskan dalam rapat organisasi. Selama ini, Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) yang paling keras agar pasangan Achmad Purnomo-Teguh Prakosa yang maju. Terlebih DPC PDIP Solo yang mengusulkan pasangan itu ke DPP PDIP.
"Bagi DPC PDIP Solo, mundurnya Achmad Purnomo mungkin dianggap tidak sehat karena dulu kan sudah mengajukan, kok sekarang tiba tiba sekarang mundur," terangnya. Sehingga benturan kepentingan antara urusan pribadi Achmad Purnomo dengan urusan organisasi DPC PDIP Solo harus diselesaikan dulu secara internal.
Disinggung mengenai peluang duet Gibran-Purnomo dalam Pilwalkot Solo, secara politik mungkin saja."Namun kalau dilihat dari gengsi dan marwah politik, masak ada orang tiga kali menjadi Wakil Wali Kota. Rasanya tidak masuk akal," tegasnya.
Lihat Juga :