4 Fakta Wanita Simpanan Pengusaha dan Pejabat, Nomor 3 Dianggap Budak Seks
Rabu, 10 November 2021 - 19:31 WIB
Dia juga enggan menjajakan diri dengan berdiri di pinggir jalan atau lokalisasi yang menjual pelayanan seks dengan memajang wanita dalam akuarium kaca.
2. Permintaannya Selalu Dikabulkan
Lina sudah dua kali menjadi wanita simpanan. Apa yang diminta selalu dikabulkan. Dari pejabat, dia dikasih uang bulanan Rp15 juta. Disewakan apartemen di Jakarta Pusat dengan biaya sewa Rp5 juta per bulan dan dibelikan Honda HR-V. Dari pengusaha, dia dibekali uang bulanan Rp30 juta. Kemudian, apartemen di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat senilai Rp50 juta langsung disewa selama setahun dan dibelikan mobil Honda Civic. Bahkan, Lina sampai dikuliahkan di perguruan tinggi swasta di Jakarta Selatan.
3. Dianggap Budak Seks
Selama menjadi wanita simpanan pejabat negara, Lina merasa tertekan meski segalanya dituruti. Dia harus siap melayani syahwat sang pejabat, kapan pun dan di mana pun. “Setiap berhubungan intim sang pejabat selalu minta gaya yang aneh-aneh seakan-akan dirinya budak seks. Saya harus melayani apa pun gayanya. Kalau tidak mau dia selalu marah-marah,” ujar Lina.
2. Permintaannya Selalu Dikabulkan
Lina sudah dua kali menjadi wanita simpanan. Apa yang diminta selalu dikabulkan. Dari pejabat, dia dikasih uang bulanan Rp15 juta. Disewakan apartemen di Jakarta Pusat dengan biaya sewa Rp5 juta per bulan dan dibelikan Honda HR-V. Dari pengusaha, dia dibekali uang bulanan Rp30 juta. Kemudian, apartemen di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat senilai Rp50 juta langsung disewa selama setahun dan dibelikan mobil Honda Civic. Bahkan, Lina sampai dikuliahkan di perguruan tinggi swasta di Jakarta Selatan.
3. Dianggap Budak Seks
Selama menjadi wanita simpanan pejabat negara, Lina merasa tertekan meski segalanya dituruti. Dia harus siap melayani syahwat sang pejabat, kapan pun dan di mana pun. “Setiap berhubungan intim sang pejabat selalu minta gaya yang aneh-aneh seakan-akan dirinya budak seks. Saya harus melayani apa pun gayanya. Kalau tidak mau dia selalu marah-marah,” ujar Lina.