Bersenjata Api dan Sajam, Perampok Sekap dan Aniaya Karyawan Gudang Minuman Kesehatan di Cirebon
Rabu, 10 November 2021 - 06:12 WIB
Komplotan perampok bersenjata api sekap dan aniaya karyawan gudang minuman kesehatan di Cirebon.Foto/ilustrasi
CIREBON - Gudang minuman kesehatan di Cirebon menjadi sasaran perampok bersenjata tajam (sajam) dan senjata api (senpi), Selasa (9/11/2021). Komplotan ini diperkirakan melibatkan tujuh orang. Dua orang memegang senjata api, satu membawa celurit dan empat lainnya menunggu di mobil biru tua yang diparkir tepi jalan.
Gudang minuman kesehatan tersebut berada di Jalan Raya Klayan, Desa Klayan, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Baca juga: Longsor Terjang Sukabumi, 1 Rumah Ambruk dan 1 Warga Dilarikan ke Rumah Sakit
Penjaga malam gudang, Herlambang Supriyanto menuturkan, saat perampokan berlangsung sejak siang hingga petang hari tidak ada penjagaan oleh petugas keamanan.
"Adik saya Ahmad tugasnya stockman diiket tangannya, yang salesman dipukul pake kursi, bosnya dihantam (kepalanya), kalau kronologis belum tau persis," ujarnya.
Saat itu, kata Yanto, seluruh karyawan disekap namun ada satu karyawan yang berhasil melarikan diri. "Di dalam perempuan semua, disandra tidak boleh kemana-mana, ada satu orang karyawan lari, untungnya tidak diapa-apakan karyawan yang kabur, jadi uang yang dibawa Rp15 juta baru disetorkan dibawa kabur pelaku," katanya.
Gudang minuman kesehatan tersebut berada di Jalan Raya Klayan, Desa Klayan, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Baca juga: Longsor Terjang Sukabumi, 1 Rumah Ambruk dan 1 Warga Dilarikan ke Rumah Sakit
Penjaga malam gudang, Herlambang Supriyanto menuturkan, saat perampokan berlangsung sejak siang hingga petang hari tidak ada penjagaan oleh petugas keamanan.
"Adik saya Ahmad tugasnya stockman diiket tangannya, yang salesman dipukul pake kursi, bosnya dihantam (kepalanya), kalau kronologis belum tau persis," ujarnya.
Saat itu, kata Yanto, seluruh karyawan disekap namun ada satu karyawan yang berhasil melarikan diri. "Di dalam perempuan semua, disandra tidak boleh kemana-mana, ada satu orang karyawan lari, untungnya tidak diapa-apakan karyawan yang kabur, jadi uang yang dibawa Rp15 juta baru disetorkan dibawa kabur pelaku," katanya.
Lihat Juga :