Di Sulawesi Selatan Calon Jamaah Harus Menunggu 43 Tahun

Jum'at, 05 Juni 2020 - 08:37 WIB
Aneng Siti Rohmanah juga merasakan perasaan yang sama. Warga Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten, ini juga gagal berangkat ke Tanah Suci pada musim ibadah haji 2020 setelah menunggu selama delapan tahun.

Calon jamaah haji kloter pertama dari Kota Serang itu mengaku kecewa, namun dia berusaha menerima kenyataan dan mengambil hikmah di balik itu.

“Seharusnya tahun ini berangkat. Kecewa sih ada, sudah delapan tahun dari tahun 2012 kita menunggu. Tapi, mungkin ini yang terbaik. Kita ambil sisi positifnya,” ujar Aneng, Selasa (2/6/2020).

Tahun ini seharusnya Aneng berangkat menjalankan ibadah haji bersama suami dan orang tuanya yang saat ini tengah sakit. Dia pun berharap tahun depan diberikan kesehatan dan umur panjang sehingga bisa menjalankan ibadah haji. (Baca juga: Menabung 8 Tahun, Pasangan PNS Ini Pasrah Batal Berangkat Haji)

Hikmah dari pembatalan haji ini adalah dia dan keluarganya bisa lebih mematangkan persiapan, baik fisiki maupun mental. “Ternyata tidak bisa (berangkat), mungkin persiapan lebih matang. Kita ikhlas,” kata Aneng.

Pembatalan haji ini tidak saja menunda keberangkatan ratusan ribu calon jamaah yang sedianya berangkat tahun ini, melainkan masa tunggu jutaan jamaah haji di seluruh Indonesia lainnya semakin panjang. Saat ini diperkirakan ada 4,34 juta calon jamaah Indonesia yang menunggu giliran untuk diberangkatkan ke Tanah Suci. Dengan pembatalan ini, mereka paling tidak harus menunggu satu tahun lebih lama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!