Ternyata Istri Pengusaha Restoran Padang Juga Pernah Sewa Dukun untuk Menyantet Korban
Minggu, 07 November 2021 - 15:07 WIB
Rencana pembunuhanan pertama kali dilakukan melalui jasa supranatural. Korban rencananya disantet melalui dukun. "Dari pengakuannya pelaku memang pernah menyantet korban, namun tidak mempan. Korban masih segar bugar meski sudah disantet," kata Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono, Minggu (7/11/21).
Pelaku NW kecewa karena dukun yang dipercayanya gagal membunuh suaminya. Padahal dirinya sudah mengeluarkan uang sebesar Rp 5 juta sebagai jasa menyantet korban. Namun tekad NW untuk membunuh suamimya belum surut.
Kemudian dia merencanakan cara efektif membunuh korban. "Setelah gagal menyantet korban, pelaku kemudian merencanakan kembali untuk membunuh korban," kata Aldi lagi.
Gagal memakai jasa supranatural, pelaku kemudian menyewa pembunuh bayaran. Pembunuh bayaran ini dibayar Ŕp 30 juta sampai korban tewas. Pelaku NW, membuat perjanjian diatas meterai dengan para ekaekutor. Kemudian pelaku membayar uang muka Rp 10 juta kepada para eksekutor dan akan dilunasi usai korban dibunuh.
Para eksekutor kemudian mulai beraksi dan mencari kesempatan untuk menjalankan aksinya. Pada hari yang ditentukan eksekutor itu menunggu korban pulang ke rumah.
Hanya saja saat ditunggu ternyata situaisi di sekitar rumah korban sedang ramai sehingga para eksekutor ini membatalkan aksinya.
Pelaku NW kecewa karena dukun yang dipercayanya gagal membunuh suaminya. Padahal dirinya sudah mengeluarkan uang sebesar Rp 5 juta sebagai jasa menyantet korban. Namun tekad NW untuk membunuh suamimya belum surut.
Kemudian dia merencanakan cara efektif membunuh korban. "Setelah gagal menyantet korban, pelaku kemudian merencanakan kembali untuk membunuh korban," kata Aldi lagi.
Gagal memakai jasa supranatural, pelaku kemudian menyewa pembunuh bayaran. Pembunuh bayaran ini dibayar Ŕp 30 juta sampai korban tewas. Pelaku NW, membuat perjanjian diatas meterai dengan para ekaekutor. Kemudian pelaku membayar uang muka Rp 10 juta kepada para eksekutor dan akan dilunasi usai korban dibunuh.
Para eksekutor kemudian mulai beraksi dan mencari kesempatan untuk menjalankan aksinya. Pada hari yang ditentukan eksekutor itu menunggu korban pulang ke rumah.
Hanya saja saat ditunggu ternyata situaisi di sekitar rumah korban sedang ramai sehingga para eksekutor ini membatalkan aksinya.
Lihat Juga :