Pemko Padang Dorong Tumbuhnya Zona Kreatif
Kamis, 04 November 2021 - 19:28 WIB
Bincang Kreatif Menuju Padang Kota Kreatif yang digelar Dinas Pariwisata Kota Padang, Rabu (3/11).
KOTA PADANG - Untuk menuju Padang Kota Kreatif, Pemko mendorong tumbuhnya zona–zona kreatif seiring bermunculannya pelaku–pelaku ekonomi kreatif. Zona kreatif tersebut dapat disinkronkan dengan kampung tematik yang tersebar di 11 kecamatan.
Hal itu menjadi bahasan dalam “Bincang Kreatif Menuju Padang Kota Kreatif” yang digelar Dinas Pariwisata Kota Padang, Rabu (3/11). Kegiatan itu sendiri digelar selama tiga hari yang dibuka oleh Asisten II Bidang Ekbang Setda Padang Hendrizal.
Kabid Ekraf Dinas Pariwisata Padang Andi Amir mengatakan, untuk menuju Padang Kota Kreatif diperlukan dukungan semua lini tidak hanya dari pemerintah saja, tapi juga pelaku usaha, praktisi, akademisi juga media. “Bincang kreatif ini kita gelar selama tiga hari dengan mengundang berbagai pihak, mulai dari camat dan lurah serta pelaku ekonomi kreatif itu sendiri,” kata Andi Amir.
Dia mengatakan, terbentuknya zona kreatif tidak terlepas dari eksistensi komunitas pelaku ekonomi kreatif.“Zona kreatif ini hendaknya disinkronkan dengan kampung tematik di wilayah kelurahan atau kecamatan. Makanya kita mengundang camat dan lurah,” katanya.
Hal itu menjadi bahasan dalam “Bincang Kreatif Menuju Padang Kota Kreatif” yang digelar Dinas Pariwisata Kota Padang, Rabu (3/11). Kegiatan itu sendiri digelar selama tiga hari yang dibuka oleh Asisten II Bidang Ekbang Setda Padang Hendrizal.
Kabid Ekraf Dinas Pariwisata Padang Andi Amir mengatakan, untuk menuju Padang Kota Kreatif diperlukan dukungan semua lini tidak hanya dari pemerintah saja, tapi juga pelaku usaha, praktisi, akademisi juga media. “Bincang kreatif ini kita gelar selama tiga hari dengan mengundang berbagai pihak, mulai dari camat dan lurah serta pelaku ekonomi kreatif itu sendiri,” kata Andi Amir.
Dia mengatakan, terbentuknya zona kreatif tidak terlepas dari eksistensi komunitas pelaku ekonomi kreatif.“Zona kreatif ini hendaknya disinkronkan dengan kampung tematik di wilayah kelurahan atau kecamatan. Makanya kita mengundang camat dan lurah,” katanya.
Lihat Juga :