Sepekan PSBB, Warga Kabupaten Bekasi Masih Banyak yang Cuek
Rabu, 22 April 2020 - 12:16 WIB
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
BEKASI - Sepekan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)di Kabupaten Bekasi, masih ditemukan banyak pelanggaran. Bahkan aktivitas orang masih terlihat di sejumlah titik, seperti pasar tradisional.
Pantuan SINDOnews, pusat perniagaan hingga lalu lintas jalan raya masih banyak dilintasi pengendara. Namun, tidak sedikit pula toko yang menutup usahanya sesuai instruksi pemerintah."Saya masih keluar rumah, soalnya masih harus kerja. enggak bisa kerja dirumah," ujar Wawan, salah satu warga, Rabu (22/4/2020).
Dia mengaku masih memberanikan diri berangkat kerja demi menunaikan kewajiban. "Kalau bisa juga work from home kayak yang di kantor, tapi tempat kerja saya industri, harus terus beroperasi. Jadi saya masih harus berangkat ke kantor," ucap warga Tambun Selatan ini.
Sementara Deden, warga lainnya, mengaku telah menerapkan kerja dari rumah sejak PSBB diterapkan. Hanya saja, dia masih menyesalkan banyak warga yang tetap keluar rumah meski bukan urusan yang mendesak. "Masih ramai seperti biasa," kata warga Babelan ini.
"Banyak yang masih nangkring kaya di jembatan, di underpass sama di pasar juga ramai. Padahal kan ini wilayah masuk zona merah, banyak yang positif Covid-19. Harapan saya ditindak dan bukan cuma tindakan di lalu lintasnya saja," tambah Hari, warga Tambun Selatan.
Untuk diketahui, Tambun Selatan menjadi satu dari tujuh kecamatan yang mendapat perhatian khusus penerapan PSBB. Kecamatan ini menjadi salah satu dengan kasus positif terbanyak. Hingga kini, terdapat sambilan kasus positif di Tambun Selatan dari total 62 kasus positif di Kabupaten Bekasi.
Pantuan SINDOnews, pusat perniagaan hingga lalu lintas jalan raya masih banyak dilintasi pengendara. Namun, tidak sedikit pula toko yang menutup usahanya sesuai instruksi pemerintah."Saya masih keluar rumah, soalnya masih harus kerja. enggak bisa kerja dirumah," ujar Wawan, salah satu warga, Rabu (22/4/2020).
Dia mengaku masih memberanikan diri berangkat kerja demi menunaikan kewajiban. "Kalau bisa juga work from home kayak yang di kantor, tapi tempat kerja saya industri, harus terus beroperasi. Jadi saya masih harus berangkat ke kantor," ucap warga Tambun Selatan ini.
Sementara Deden, warga lainnya, mengaku telah menerapkan kerja dari rumah sejak PSBB diterapkan. Hanya saja, dia masih menyesalkan banyak warga yang tetap keluar rumah meski bukan urusan yang mendesak. "Masih ramai seperti biasa," kata warga Babelan ini.
"Banyak yang masih nangkring kaya di jembatan, di underpass sama di pasar juga ramai. Padahal kan ini wilayah masuk zona merah, banyak yang positif Covid-19. Harapan saya ditindak dan bukan cuma tindakan di lalu lintasnya saja," tambah Hari, warga Tambun Selatan.
Untuk diketahui, Tambun Selatan menjadi satu dari tujuh kecamatan yang mendapat perhatian khusus penerapan PSBB. Kecamatan ini menjadi salah satu dengan kasus positif terbanyak. Hingga kini, terdapat sambilan kasus positif di Tambun Selatan dari total 62 kasus positif di Kabupaten Bekasi.
Lihat Juga :