Pesawat Berputar-putar di Langit Bandung, Begini Penjelasan BMKG

Jum'at, 22 Oktober 2021 - 12:39 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Bandung mencatat adanya faktor awan cumulonimbus yang menyebabkan pesawat terhambat mendarat di Bandara Husein Sastranegara. Foto ilustrasi/SINDOnews
BANDUNG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) Bandung mencatat adanya faktor awan cumulonimbus (Cb) yang menyebabkan pesawat terhambat mendarat di Bandara Husein Sastranegara Bandung pada Kamis (21/10/2021) petang.

Menurut Prakirawan BMKG Bandung Yan Firdaus, kondisi pesawat Citilink yang kesulitan mendarat di Bandara Husien Sastranegara Bandung diduga terjadi akibat faktor cuaca. Di mana kondisi cuaca pada pukul 16.00 hingga 21.00 WIB kurang mendukung untuk pendaratan pesawat. Baca juga: Waspada! BMKG Sebut Dampak La Nina Berpotensi Menyebabkan Terjadinya Bencana Alam di Akhir Tahun



"Kalau dari data kejadiannya antara jam 4 sore sampai jam 9 malam. Memang pada masa peralihan menuju musim hujan, bahkan ketika sudah memasuki musim hujan, peluang seperti ini akan meningkat," jelas Yan kepada MPI, Jumat (22/10/2021).

Berdasarkan data, pada pukul 16.00 WIB tercatat tidak ada hujan dengan visibilitas 6 km. Semenatara angin barat dengan kecepatan 12 knot, temperatur 28,7 derajat Celcius. Saat itu terdapat awan rendah Cumulus (Cu), awan menengah altocumulus dan awan tinggi cirrus.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!