39.000 Calhaj asal Jabar Batal Berangkat, Emil: Sabar
Selasa, 02 Juni 2020 - 15:44 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Foto/Dok/SINDOnews
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta 39.000 calon jamaah haji (calhaj) asal Jabar yang batal berangkat tahun ini untuk bersabar. Pembatalan pemberangkatan jamaah haji tahun ini terpaksa dilakukan pemerintah untuk mencegah penularan virus Corona (COVID-19).
Kang Emil, sapaan akrab Gubernur, mengaku sangat sedih karena turut batal berangkat ke Tanah Suci Mekkah sebagai Amirul Hajj tahun ini. "Luar biasa sedih. Sediannya saya akan berangkat sebagai Amirul Hajj, lahir bathin sudah siap. Kalau tahun lalu Pak Uu. Ternyata Allah menakdirkan lain, saya tidak berangkat," katanya, Selasa (2/6/2020).
“Artinya seluruh rombongan haji Jawa Barat dengan berat hati kami sampaikan berita ini. Tapi bersyukurlah saat di atas dan bersabarlah saat di bawah," lanjut Kang Emil di Makodam III Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung.(Baca juga; Batal Berangkat, Dana 2.235 Calhaj Kota Bandung Tak Dikembalikan )
Pembatalan keberangkatan haji tahun ini, ujar Emil, sebagai bentuk ujian. Pemerintah Arab Saudi sudah menghitung potensi kerawanan saat COVID-19 masih mewabah. "Kita sedang mendapatkan ujian. Ini mengindikasikan pemerintah Arab Saudi menghitung betul ya potensi yang masih rawan jika jutaan manusia berkumpul," tutur Gubernur.
Kang Emil, sapaan akrab Gubernur, mengaku sangat sedih karena turut batal berangkat ke Tanah Suci Mekkah sebagai Amirul Hajj tahun ini. "Luar biasa sedih. Sediannya saya akan berangkat sebagai Amirul Hajj, lahir bathin sudah siap. Kalau tahun lalu Pak Uu. Ternyata Allah menakdirkan lain, saya tidak berangkat," katanya, Selasa (2/6/2020).
“Artinya seluruh rombongan haji Jawa Barat dengan berat hati kami sampaikan berita ini. Tapi bersyukurlah saat di atas dan bersabarlah saat di bawah," lanjut Kang Emil di Makodam III Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung.(Baca juga; Batal Berangkat, Dana 2.235 Calhaj Kota Bandung Tak Dikembalikan )
Pembatalan keberangkatan haji tahun ini, ujar Emil, sebagai bentuk ujian. Pemerintah Arab Saudi sudah menghitung potensi kerawanan saat COVID-19 masih mewabah. "Kita sedang mendapatkan ujian. Ini mengindikasikan pemerintah Arab Saudi menghitung betul ya potensi yang masih rawan jika jutaan manusia berkumpul," tutur Gubernur.
Lihat Juga :