Pemkot Malang Jadi Sorotan Kemenkes, Tracing Pasien COVID-19 Tak Sesuai Kreteria

Senin, 04 Oktober 2021 - 18:10 WIB
Wali Kota Malang Sutiaji . Foto/dok
MALANG - Angka tracing di Kota Malang dinilai Kementerian Kesehatan (Kemenkes) belum memenuhi kriteria. Hal ini menyebabkan Kota Malang masih masuk level dua berdasarkan asesmen Kemenkes.

“Asesmen Kemenkes Malang sudah masuk level dua, bisa masuk level satu, kalau kemarin kurang satu saja, berkaitan tracing. Saya kemarin nyampaikan tracing kita masih 1 : 14. Mestinya bisa ditingkatkan 1 : 15, untuk menjadi level satu, ini tidak versinya Inmendagri, ini versinya Kemenkes,” ucap Wali Kota Malang Sutiaji, Senin (4/10/2021).



Baca juga: Jelang Peringatan HUT Ke-76 TNI, Pangdam V Brawijaya Ziarah ke Makam Bung Karno

Namun Sutiaji berkilah, proses tracing bukan disebabkan adanya kendala pelaksanaannya, melainkan pada ketiadaan orang yang ditracing. Mengingat disebutnya sebagian besar yang terpapar COVID-19 di Kota Malang adalah para pendatang.

“Orangnya sudah nggak ada. Orang sudah nggak ada. Sekarang sudah orang yang di sekitar nggak ditemukan. Dia orang pendatang, kan yang ditracing dari Kemenkes grafiknya,” tutur pria kelahiran Lamongan ini.

Bila dari poin – poin asesmen Kemenkes, poin testing, angka kematian, kasus aktif, hingga angka kematian sudah masuk level satu, dengan progres yang cukup terus membaik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!