100 Warga Buninagara Tasikmalaya Jadi Pilot Project Karantina Mikro
Selasa, 02 Juni 2020 - 13:23 WIB
Sebanyak 100 warga Kampung Buninagara, Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, jadi pilot project karantina mikro. iNewsTV/Asep Juhariyono
TASIKMALAYA - Sebanyak 100 warga Kampung Buninagara, Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya , jadi pilot project karantina mikro oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Jawa Barat. Sebelum menjalani karantina mikro, warga juga menjalani swab test massal, Selasa (6/2/2020).
Swab test diikuti sekitar 100 orang di wilayah kampung Buninagara, karena sebelumnya terdapat satu orang warga yang terkonfirmasi positif COVID-19. (Baca juga; 54 Desa Jabar Kritis COVID-19, Warga Dilarang Keluar dan Terima Tamu )
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengatakan, swab test massal ini merupakan bagian dari program karantina mikro yang dilakukan Pemprov Jabar. Kemudian, karantina lokal dilakukan lantaran di wilayah itu ditemukan kasus pasien positif COVID-19 setelah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selesai di wilayah Kota Tasikmalaya.
Setelah itu, pihaknya melaporkan ada kasus tambahan ke Gugus TUGAS Covid-19 Provinsi Jabar dan dilakukan karantina mikro di wilayahnya. "Jadi semua prosedurnya ditangani oleh provinsi. Kita hanya mengawal," katanya.
Camat Cipedes, Sofian Zaenal Musttaqin mengatakan, karantina mikro yang dilakukan di wilayah itu lantaran ada satu warga yang terkonfirmasi positif COVID-19. Satu warga tersebut bekerja di salah satu toko serba ada (toserba) Yogya di wilayah kabupaten Ciamis, namun yang bersangkutan tinggal di Kota Tasikmalaya.
"Dia itu hasil swabnya terlambat. Karena hasil swabnya baru keluar setelah Lebaran dan diketahui hasilnya positif," katanya. (Baca juga; Belum Ada Juknis New Normal, Purwakarta Perpanjang PSBB Komunal )
Swab test diikuti sekitar 100 orang di wilayah kampung Buninagara, karena sebelumnya terdapat satu orang warga yang terkonfirmasi positif COVID-19. (Baca juga; 54 Desa Jabar Kritis COVID-19, Warga Dilarang Keluar dan Terima Tamu )
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengatakan, swab test massal ini merupakan bagian dari program karantina mikro yang dilakukan Pemprov Jabar. Kemudian, karantina lokal dilakukan lantaran di wilayah itu ditemukan kasus pasien positif COVID-19 setelah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selesai di wilayah Kota Tasikmalaya.
Setelah itu, pihaknya melaporkan ada kasus tambahan ke Gugus TUGAS Covid-19 Provinsi Jabar dan dilakukan karantina mikro di wilayahnya. "Jadi semua prosedurnya ditangani oleh provinsi. Kita hanya mengawal," katanya.
Camat Cipedes, Sofian Zaenal Musttaqin mengatakan, karantina mikro yang dilakukan di wilayah itu lantaran ada satu warga yang terkonfirmasi positif COVID-19. Satu warga tersebut bekerja di salah satu toko serba ada (toserba) Yogya di wilayah kabupaten Ciamis, namun yang bersangkutan tinggal di Kota Tasikmalaya.
"Dia itu hasil swabnya terlambat. Karena hasil swabnya baru keluar setelah Lebaran dan diketahui hasilnya positif," katanya. (Baca juga; Belum Ada Juknis New Normal, Purwakarta Perpanjang PSBB Komunal )
Lihat Juga :