Kementan Kirim 200 Sapi Perah Asal Australia ke Gowa pada November 2021
Jum'at, 10 September 2021 - 14:46 WIB
"Kalau hasil peninjauan lokasi kadang sudah oke, kemudian lokasi hijauan juga sudah oke, tidak masalah dan mudah-mudahan minggu depan sudah mulai dikerjakan terkait dengan yang hijauan, kandang, dan lain sebagainya sudah diselesaikan," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Agus juga menyampaikan keyakinannya bahwa program pengembangan sapi perah bisa berjalan dan berkembang dengan baik di Gowa . Dengan begitu, bisa bermanfaat bagi masyarakat dari segi pekerjaan dan penghasilan.
Di tempat yang sama, Kepala Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden, Sintong HMT Hutasoit, menyebutkan sapi yang akan didatangkan jenis Friesian Holstein (FH) dari Australia. Sapi jenis FH ini bisa menghasilkan susu 20 hingga 25 liter per hari.
"Tahun ini kita harapkan ternak, kandang dan lahannya bisa dilaksanakan sehingga 2022 nanti APBD bisa membantu pengembangan selanjutnya dan Kabupaten Gowa ini bisa menjadi sumber sapi perah dan susu," ujarnya.
Selain itu, Sintong menyebut agar program ini bisa berjalan dengan baik, para peternak nantinya akan mengikuti pelatihan pengolahan sapi perah . Mulai dari pemeliharaan, pemberian pakan, pengelolaan susu hingga pengembangbiakan di BBPTUHPT Baturraden.
Menurutnya beternak sapi perah berbeda dengan sapi potong. Olehnya itu, dibutuhkan pengetahuan tambahan untuk menghasilkan susu yang berkualitas.
Dalam kesempatan itu, Agus juga menyampaikan keyakinannya bahwa program pengembangan sapi perah bisa berjalan dan berkembang dengan baik di Gowa . Dengan begitu, bisa bermanfaat bagi masyarakat dari segi pekerjaan dan penghasilan.
Di tempat yang sama, Kepala Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden, Sintong HMT Hutasoit, menyebutkan sapi yang akan didatangkan jenis Friesian Holstein (FH) dari Australia. Sapi jenis FH ini bisa menghasilkan susu 20 hingga 25 liter per hari.
"Tahun ini kita harapkan ternak, kandang dan lahannya bisa dilaksanakan sehingga 2022 nanti APBD bisa membantu pengembangan selanjutnya dan Kabupaten Gowa ini bisa menjadi sumber sapi perah dan susu," ujarnya.
Selain itu, Sintong menyebut agar program ini bisa berjalan dengan baik, para peternak nantinya akan mengikuti pelatihan pengolahan sapi perah . Mulai dari pemeliharaan, pemberian pakan, pengelolaan susu hingga pengembangbiakan di BBPTUHPT Baturraden.
Menurutnya beternak sapi perah berbeda dengan sapi potong. Olehnya itu, dibutuhkan pengetahuan tambahan untuk menghasilkan susu yang berkualitas.
Lihat Juga :