Prevalensi Stunting Turun, Plt Bupati Ingin Penanganan Seperti COVID-19

Rabu, 08 September 2021 - 04:07 WIB
"Tahun depan (2022) akan ada command center di KBB dan harapannya semua bisa terpantau, termasuk stunting. Karena penanganan ini harus semua elemen, pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam memberikan edukasi soal gizi, kebersihan, sanitasi, dll," sebutnya. Baca juga: Bersiap Masuk Era Endemi Covid-19, Wapres Minta Tokoh Agama Bangkitkan Semangat Umat

Kepala Dinas Kesehatan KBB Eissenhower Sitanggang menambahkan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi prevalensi stunting. Seperti kurangnya pemahaman soal asupan gizi yang baik, faktor ekonomi, pola hidup bersih, dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam pelaksanaan 1.000 hari pertama kehidupan di keluarga.

Sunting sendiri merupakan kondisi gagal tumbuh, baik pertumbuhan maupun perkembangan otak. Hal tersebut bisa dicegah sampai anak usia dua tahun, namun jika terlambat maka bisa permanen. Sehingga kecerdasan anak lebih rendah atau kurang jika dibanding dengan anak yang normal.

"Kita terus lakukan maping dan beri bantuan ke desa-desa yang jadi lokus penanganan stunting. Seperti dirembuk stunting ini diberikan ke Desa Ciburuy, Pataruman, dan Gunung Masigit," ucapnya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!