Jabat Sebagai Ketua, Anies Sampaikan 6 Agenda Pembahasan U20 Mayor Summit 2022

Sabtu, 04 September 2021 - 16:10 WIB
Kemudian yang ketiga adalah tentang akses mobilitas berkelanjutan untuk semua orang. Pandemi COVID-19 dan perubahan iklim telah memaksa kota untuk mempertimbangkan kembali hubungan antara mobilitas, ruang kota, dan kesehatan, yang turut mempertimbangkan jaga jarak fisik, sekaligus kebutuhan mobilitas penduduk.

"Dan sekarang, pertanyaan yang muncul bukanlah tentang bagaimana kota menyediakan infrastruktur untuk menopang mobilitas, melainkan bagaimana kota memastikan akses yang setara terhadap mobilitas yang berkelanjutan. Jadi itu masalah yang perlu kita pikirkan," lanjut Anies.

Anies menyampaikan masalah nomor empat adalah masa depan dunia kerja. Pengangguran global naik 1,1% sebagai salah satu efek samping dari pandemi. Di sisi lain, muncul permintaan akan keterampilan baru untuk mendukung industri hijau dan ekonomi digital yang menjanjikan. "Jadi pertanyaannya adalah, bagaimana kota dapat mengakomodasi transformasi di pasar tenaga kerja untuk masa depan yang lebih hijau?" tambahnya.

Lalu, masalah nomor lima adalah kurangnya interaksi sosial selama masa pandemi yang berdampak pada kesehatan mental warga. Karantina di rumah dalam jangka panjang dan fenomena bekerja dari rumah, dapat menyebabkan kelelahan dan juga meningkatnya perundungan online. (Baca juga; Jabatan Gubernur Tinggal Setahun Lagi, Anies Enggan Komentari Isu Pilpres 2024 )

Selanjutnya, poin yang terakhir data menunjukkan meningkatnya jumlah anak yatim saat pandemi. Setidaknya ada 4,5 juta kematian akibat COVID-19. Hal ini telah membuat anak-anak kehilangan pengasuh primer dan sekunder mereka. Untuk itu, perlu dipikirkan bagaimana memfasilitasi masa depan anak-anak yang kehilangan anggota keluarga dalam pertempuran COVID-19.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!