Sudirman Tabur Benih Udang Windu di 1000 Hektar Tambak di Pinrang

Sabtu, 21 Agustus 2021 - 13:54 WIB
Hadirnya Pandawa-1000 untuk mengembalikan kejayaan udang windu Sulsel setelah redup sejak tahun 1998. Teknologi adaptif yang dikembangkan berbasis pada teknologi budidaya dengan pendekatan ramah lingkungan (ecofriendly) tanpa residu bahan kimia, pestisida, dan obat-obatan sesuai dengan standar Indonesian Good Aquaculture Practice (Indo GAP) untuk menghasilkan udang windu jenis eco-shrimp kualitas premium terbaik di Indonesia berdasarkan British Retail Consortium (BRC) yang dipasarkan ke Jepang melalui Alter Trade Japan (ATJ).

Dalam teknologi Pandawa 1000 dilakukan pelibatan stakeholder multi helix dari sektor hulu hingga hilir. Dengan melibatkan 733 orang pembudidaya di Lanrisang dengan target produksi rata-rata 300 kg/musim tanam. Adapun benur yang akan ditebar pada kawasan untuk 1000 ha ini sebanyak 30 juta ekor atau 30 ribu benur per hektar.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengaku, bahwa udang windu menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

"Kita prioritaskan bagaimana udang windu karena menjadi rumusan bersama bagaimana kita mengembalikan kejayaan udang windu. Mudah-mudahan kakap dan udang windu dari Lanrisang yang terkenal," ungkapnya.

Baca Juga: Lahan 1000 Hektar di Pinrang Disiapkan untuk Budidaya Udang Windu
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!