KSAL Yudo Margono Puji Kelengkapan Fasilitas Isoter di Kawasan SIER Surabaya
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 21:55 WIB
Yudo menjelaskan, fasilitas bed di rumah oksigen ini sebanyak 76 bed. Sebanyak 40 bed untuk laki-laki dan 36 bed wanita. Sedangkan tenaga medisnya akan diambil dari RS Marinir Ewa Pangalila bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
KSAL Laksamana TNI Yudo Margono meninjau rumah oksigen yang berada di Jalan Berbek Industri I, kawasan industri SIER, Surabaya, Jatim. Foto/MPI/Lukman Hakim
"Sebagai penanggung jawab pengoperasionalannya adalah RS Marinir Ewa Pangalila. Di sini untuk pasien OTG dan ringan. Jika saat observasi sedang dan berat, maka langsung di bawa ke RSAL. Tadi saya juga sudah coba sendiri oksigennya. Saturasi saya 96 langsung naik menjadi 99. Oksigennya murni, jadi bagus untuk pasien darurat," ungkapnya.
Dengan adanya rumah oksigen ini, KSAL meminta masyarakat yang positif COVID-19 dari pada isoman lebih baik isoter di rumah oksigen di kawasan SIER ini. Sebab selain fasilitasnya lengkap, juga akan lebih terpantau kesehatannya karena ada perawat dan dokter yang menjaganya.
"Dari pada isoman di rumah, lebih baik disini. Tapi meski begitu, saya berharap tidak ada yang kesini karena semua sehat. Sekali lagi, terima kasih Kementerian PUPR, Samator, PT SIER yang telah menyulap gedung dengan kerja Bandung Bondowosonya untuk pasien COVID-19," pungkasnya.
KSAL Laksamana TNI Yudo Margono meninjau rumah oksigen yang berada di Jalan Berbek Industri I, kawasan industri SIER, Surabaya, Jatim. Foto/MPI/Lukman Hakim
"Sebagai penanggung jawab pengoperasionalannya adalah RS Marinir Ewa Pangalila. Di sini untuk pasien OTG dan ringan. Jika saat observasi sedang dan berat, maka langsung di bawa ke RSAL. Tadi saya juga sudah coba sendiri oksigennya. Saturasi saya 96 langsung naik menjadi 99. Oksigennya murni, jadi bagus untuk pasien darurat," ungkapnya.
Dengan adanya rumah oksigen ini, KSAL meminta masyarakat yang positif COVID-19 dari pada isoman lebih baik isoter di rumah oksigen di kawasan SIER ini. Sebab selain fasilitasnya lengkap, juga akan lebih terpantau kesehatannya karena ada perawat dan dokter yang menjaganya.
"Dari pada isoman di rumah, lebih baik disini. Tapi meski begitu, saya berharap tidak ada yang kesini karena semua sehat. Sekali lagi, terima kasih Kementerian PUPR, Samator, PT SIER yang telah menyulap gedung dengan kerja Bandung Bondowosonya untuk pasien COVID-19," pungkasnya.
Lihat Juga :