Indonesia Peringkat 50 Dunia, Pemerintah Diminta Genjot Pembangunan Infrastruktur
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 11:19 WIB
Pemerintah diminta lebih masif dalam menggenjot pembangunan infrastruktur untuk menekan tingginya biaya logistik. Apalagi, saat ini peringkat infrastruktur Indonesia berada di posisi 50. Foto ilustrasi SINDOnews
BANDUNG - Pemerintah diminta lebih masif dalam menggenjot pembangunan infrastruktur untuk menekan tingginya biaya logistik . Apalagi, saat ini peringkat infrastruktur Indonesia berada di posisi 50.
Sebagaimana disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, biaya logistik Indonesia sebelas persen lebih mahal dari rata-rata biaya logistik dunia. Biaya logistik dunia rata-rata 13 persen. Sementara biaya logistik Indonesia sebesar 24 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Ini berdampak Indonesia kurang bersaing dengan negara-negara lain.
Erick menyebut biaya logistik Indonesia yang mahal disebabkan oleh fasilitas infrastruktur dalam negeri yang kurang memadai, sehingga infrastruktur BUMN tetap harus diperbaiki meski di tengah pandemi. Baca juga: Menperin Genjot Potensi Industri Material Penopang Infrastruktur
Sebagaimana disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, biaya logistik Indonesia sebelas persen lebih mahal dari rata-rata biaya logistik dunia. Biaya logistik dunia rata-rata 13 persen. Sementara biaya logistik Indonesia sebesar 24 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Ini berdampak Indonesia kurang bersaing dengan negara-negara lain.
Erick menyebut biaya logistik Indonesia yang mahal disebabkan oleh fasilitas infrastruktur dalam negeri yang kurang memadai, sehingga infrastruktur BUMN tetap harus diperbaiki meski di tengah pandemi. Baca juga: Menperin Genjot Potensi Industri Material Penopang Infrastruktur
Lihat Juga :