Tuan Rondahaim, Satu-Satunya Raja Simalungun yang Tak Dapat Ditaklukkan Belanda
Sabtu, 14 Agustus 2021 - 05:01 WIB
Baru pada tahun 1901 atau setelah 10 tahun raja Tuan Rondahaim wafat, Belanda melakukan perundingan dengan Tuan Sumayan, atau Raja Tua, putra Tuan Rondahaim. Baca juga: Mengharukan, TNI AL Makamkan Secara Militer Jasad Korban Pembantaian Tentara Belanda
Kegigihan Tuan Rondahaim sebagai raja penentang penjajahan Belanda juga diakui sejarawan Anhar Gonggong yang menelitinya.
Dalam peluncuran buku biografi Tuan Rondahaim yang berjudul "Napoleon Der Bataks", Anhar menyebut Tuan Rondahaim sebagai tokoh yang cukup disegani Belanda.
Anhar dalam buku yang dieditori Erika Revida Saragih itu menyebutkan Tuan Rondahaim Saragih Garingginging, tidak pernah dikalahkan Belanda hingga akhir hayatnya.
Kerajaan Raya menjadi satu-satunya kerajaan di Simalungun yang tidak pernah dikuasi Belanda karena sikap Tuan Rondahaim yang tidak mau tunduk dengan kolonial.
Kegigihan Tuan Rondahaim sebagai raja penentang penjajahan Belanda juga diakui sejarawan Anhar Gonggong yang menelitinya.
Dalam peluncuran buku biografi Tuan Rondahaim yang berjudul "Napoleon Der Bataks", Anhar menyebut Tuan Rondahaim sebagai tokoh yang cukup disegani Belanda.
Anhar dalam buku yang dieditori Erika Revida Saragih itu menyebutkan Tuan Rondahaim Saragih Garingginging, tidak pernah dikalahkan Belanda hingga akhir hayatnya.
Kerajaan Raya menjadi satu-satunya kerajaan di Simalungun yang tidak pernah dikuasi Belanda karena sikap Tuan Rondahaim yang tidak mau tunduk dengan kolonial.
Lihat Juga :