Kakanwil Hukum dan HAM DKI: Dugaan Penganiayaan Diplomat Nigeria Berakhir Damai
Kamis, 12 Agustus 2021 - 14:06 WIB
"Sikap agresif itu menyebabkan salah seorang petugas Imigrasi mengalami
luka bengkak dan berdarah di bagian bibir sebelah kiri dan ini bisa dibuktikan dari hasil visum. Dalam upaya menenangkan, petugas memegang WNA dan berupaya mencegah kondisi yang memburuk dengan menahan tangan dan kepalanya," katanya.
Baca juga: Bantah Lakukan Kekerasan pada Diplomat Nigeria, Imigrasi Klaim Petugasnya yang Mengalami Pemukulan
Setelah kejadian itu, Imigrasi meminta keterangan Kementerian Luar Negeri. Kemudian, Kemenlu melakukan verifikasi dan memberikan konfirmasi status WNA sebagai Diplomat Nigeria dan menjelaskan hak-haknya. "Kementerian Luar Negeri telah pula mengirimkan salinan dokumen keimigrasian dan status diplomatik yang bersangkutan kepada imigrasi," tuturnya.
Setelah dokumen keimigrasian itu diperoleh, pihaknya langsung menggelar pertemuan dengan Duta Besar Nigeria Ari Usman Ogah. Kedua belah pihak yang bersitegang memutuskan untuk menyelesaikan permasalahan dengan baik. "Kedua belah pihak mengakui telah terjadi kesalahpahaman dan sepakat menyelesaikannya dengan berdamai. Pertemuan dengan Duta Besar Nigeria berlangsung baik. Imigrasi juga telah melakukan langkah koordinasi internal untuk meningkatkan SOP dalam penindakan dan pengawasan orang asing," ujar Ibnu.
luka bengkak dan berdarah di bagian bibir sebelah kiri dan ini bisa dibuktikan dari hasil visum. Dalam upaya menenangkan, petugas memegang WNA dan berupaya mencegah kondisi yang memburuk dengan menahan tangan dan kepalanya," katanya.
Baca juga: Bantah Lakukan Kekerasan pada Diplomat Nigeria, Imigrasi Klaim Petugasnya yang Mengalami Pemukulan
Setelah kejadian itu, Imigrasi meminta keterangan Kementerian Luar Negeri. Kemudian, Kemenlu melakukan verifikasi dan memberikan konfirmasi status WNA sebagai Diplomat Nigeria dan menjelaskan hak-haknya. "Kementerian Luar Negeri telah pula mengirimkan salinan dokumen keimigrasian dan status diplomatik yang bersangkutan kepada imigrasi," tuturnya.
Setelah dokumen keimigrasian itu diperoleh, pihaknya langsung menggelar pertemuan dengan Duta Besar Nigeria Ari Usman Ogah. Kedua belah pihak yang bersitegang memutuskan untuk menyelesaikan permasalahan dengan baik. "Kedua belah pihak mengakui telah terjadi kesalahpahaman dan sepakat menyelesaikannya dengan berdamai. Pertemuan dengan Duta Besar Nigeria berlangsung baik. Imigrasi juga telah melakukan langkah koordinasi internal untuk meningkatkan SOP dalam penindakan dan pengawasan orang asing," ujar Ibnu.
(jon)