Pemkab Tangerang Gelar Vaksinasi bagi Penderita Kanker
Senin, 09 Agustus 2021 - 20:22 WIB
Sementara itu Bupati Tangerang mengucapkan terima kasih atas kerja sama Kodam Jaya, Pemerintah Kabupaten Tangerang, Kodim 0510/Tigaraksa, Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (Peraboi), Kementerian Kesehatan, Yayasan Kanker Indonesia, serta Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI). Baca: Viral Suntik Vaksin Kosong di Pluit, Begini Reaksi Perawat Jakarta Utara
"Saya ucapkan terimakasih telah memberikan vaksinasi kepada pasien penyintas kanker, ini merupakan kolaborasi yang baik termasuk dengan Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Kabupaten Tangerang. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih atas kerjasama yang baik ini semoga ke depan kerjasama ini bisa berlangsung terus," kata Zaki.
Ke depan, Zaki berharap program vaksinasi bagi penderita/penyintas kanker ataupun penyakit-penyakit lainnya bisa juga dilakukan vaksinasi seperti halnya kali ini.
Ketua Peraboi, Walta Gautama menambahkan vaksinasi bagi komorbid khususnya pasien kanker sangat penting dilakukan, sebab risiko kematian akibat terpapar Covid meningkat hingga 6 kali lipat bagi pasien kanker.
"Apabila pasien normal terkena Covid, itu angka kematiannya kira-kira 4 sampai 5 %. Tapi, pada pasien kanker, data di luar negeri kurang lebih 26%," ujarnya.
"Saya ucapkan terimakasih telah memberikan vaksinasi kepada pasien penyintas kanker, ini merupakan kolaborasi yang baik termasuk dengan Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Kabupaten Tangerang. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih atas kerjasama yang baik ini semoga ke depan kerjasama ini bisa berlangsung terus," kata Zaki.
Ke depan, Zaki berharap program vaksinasi bagi penderita/penyintas kanker ataupun penyakit-penyakit lainnya bisa juga dilakukan vaksinasi seperti halnya kali ini.
Ketua Peraboi, Walta Gautama menambahkan vaksinasi bagi komorbid khususnya pasien kanker sangat penting dilakukan, sebab risiko kematian akibat terpapar Covid meningkat hingga 6 kali lipat bagi pasien kanker.
"Apabila pasien normal terkena Covid, itu angka kematiannya kira-kira 4 sampai 5 %. Tapi, pada pasien kanker, data di luar negeri kurang lebih 26%," ujarnya.
(hab)
Lihat Juga :