Tinjau Vaksinasi dan Posko Pasar Sehat di Kendal, Kapolda Jateng Sampaikan Ini
Senin, 09 Agustus 2021 - 20:37 WIB
Kapolda Jateng juga menyebut tingkat kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan sudah baik. "Pada pelaksanaan dua kegiatan di Kendal ini, semua masyarakat menerapkan prokes," ujarnya.
Sementara itu, Gubenur Jateng Ganjar Pranowo menyarankan agar konsep dasa bakul atau dasa penjual bisa diterapkan di pasar-pasar. Konsep yang mengadopsi dasa wisma dalam sistem sosial kemasyarakatan itu diharapkan bisa membantu untuk menerapkan disiplin protokol kesehatan antar pedagang.
"Saya tadi menyarankan, kalau dalam sistem sosial kita ada dasa wisma, sepuluh rumah saling kontrol, saling bantu dan saling bisa mengerti. Kalau di pasar nanti ada dasa penjual atau dasa bakul, maka penanganan COVID-19 menjadi gampang," jelas Ganjar.
Ganjar menjelaskan, konsep dasa bakul itu bisa didesain dengan menata tiap sepuluh pedagang yang berdekatan. Masing-masing memiliki tugas dan tanggungjawab untuk saling mengingatkan terkait disiplin protokol kesehatan seperti pemakaian masker dengan baik, sering cuci tangan, dan lainnya.
"Kalau (salah satu pedagang) maskernya melorot diingatkan. Mungkin mereka tidak sadar kalau sering bayar-membayar pakai uang, ini kan sebenarnya media (tempat virus berada), maka diingatkan sering cuci tangan. Sebenarnya hal simpel saja, bagaimana mereka bisa saling menjaga, termasuk saling jaga jarak," ungkapnya.
Pengecekan pasar bersama Forkompinda Jateng dan Kabupaten Kendal tersebut, dilakukan untuk memastikan bahwa protokol kesehatan di pasar tertata dan berjalan dengan baik.
Pedagang Pasar Kaliwungu terlihat sudah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan yang ketat. Pengecekan suhu tubuh dan kelengkapan seperti pemakaian masker dilakukan sejak pedagang dan pembeli masuk ke pasar.
Petugas di Pasar juga menyiapkan masker apabila ada masyarakat yang datang tanpa memakai masker. Begitu juga dengan vaksinasi yang rutin dilakukan di pasar tersebut.
Sementara itu, Gubenur Jateng Ganjar Pranowo menyarankan agar konsep dasa bakul atau dasa penjual bisa diterapkan di pasar-pasar. Konsep yang mengadopsi dasa wisma dalam sistem sosial kemasyarakatan itu diharapkan bisa membantu untuk menerapkan disiplin protokol kesehatan antar pedagang.
"Saya tadi menyarankan, kalau dalam sistem sosial kita ada dasa wisma, sepuluh rumah saling kontrol, saling bantu dan saling bisa mengerti. Kalau di pasar nanti ada dasa penjual atau dasa bakul, maka penanganan COVID-19 menjadi gampang," jelas Ganjar.
Ganjar menjelaskan, konsep dasa bakul itu bisa didesain dengan menata tiap sepuluh pedagang yang berdekatan. Masing-masing memiliki tugas dan tanggungjawab untuk saling mengingatkan terkait disiplin protokol kesehatan seperti pemakaian masker dengan baik, sering cuci tangan, dan lainnya.
"Kalau (salah satu pedagang) maskernya melorot diingatkan. Mungkin mereka tidak sadar kalau sering bayar-membayar pakai uang, ini kan sebenarnya media (tempat virus berada), maka diingatkan sering cuci tangan. Sebenarnya hal simpel saja, bagaimana mereka bisa saling menjaga, termasuk saling jaga jarak," ungkapnya.
Pengecekan pasar bersama Forkompinda Jateng dan Kabupaten Kendal tersebut, dilakukan untuk memastikan bahwa protokol kesehatan di pasar tertata dan berjalan dengan baik.
Pedagang Pasar Kaliwungu terlihat sudah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan yang ketat. Pengecekan suhu tubuh dan kelengkapan seperti pemakaian masker dilakukan sejak pedagang dan pembeli masuk ke pasar.
Petugas di Pasar juga menyiapkan masker apabila ada masyarakat yang datang tanpa memakai masker. Begitu juga dengan vaksinasi yang rutin dilakukan di pasar tersebut.
Lihat Juga :