Balai Anak Toddopuli Makassar Sasar 3.950 Anak untuk Program Atensi
Minggu, 08 Agustus 2021 - 15:37 WIB
"Asistensi Rehabilitasi Sosial ini dalam proses pemberian layanannya harus memastikan Data Anak terlebih dahulu sudah terekam pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)," katanya.
Dirinya juga menjelaskan perlu diketahui Identitas anak yang jelas atau Nomor Induk Kependudukan agar bisa diajukan ke Data Terpadu Kesejahteraan Sosial melalui Pusdatin Kemensos. Selain memastikan hal tersebut, lanjutnya, pemberian layanan Atensi diberikan berdasarkan hasil asesmen kebutuhan, sehingga layanan yang diberikan dapat tepat sasaran.
Ia menjelaskan, kondisi pandemi Covid-19 saat ini, membuat sebagian LKSA menggantungkan harapannya kepada Kementerian Sosial utamanya Balai Anak Toddopuli Makassar. Dampak Kebijakan PPKM Darurat ke PPKM Level 3-4 yang diterapkan, juga semakin membuat LKSA mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan Anak.
"Saat ini Toddopuli melakukan proses perampungan hasil Pemetaan/Maping LKSA yang telah dilakukan di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Papua dan Papua Barat," katanya.
Ia menjelaskan, di Sulawesi Selatan masih pemadanan data, ada sekitar 2.028 Anak dari 54 LKSA yang harus difilter kembali berdasarkan usia Anak.
Dirinya juga menjelaskan perlu diketahui Identitas anak yang jelas atau Nomor Induk Kependudukan agar bisa diajukan ke Data Terpadu Kesejahteraan Sosial melalui Pusdatin Kemensos. Selain memastikan hal tersebut, lanjutnya, pemberian layanan Atensi diberikan berdasarkan hasil asesmen kebutuhan, sehingga layanan yang diberikan dapat tepat sasaran.
Ia menjelaskan, kondisi pandemi Covid-19 saat ini, membuat sebagian LKSA menggantungkan harapannya kepada Kementerian Sosial utamanya Balai Anak Toddopuli Makassar. Dampak Kebijakan PPKM Darurat ke PPKM Level 3-4 yang diterapkan, juga semakin membuat LKSA mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan Anak.
"Saat ini Toddopuli melakukan proses perampungan hasil Pemetaan/Maping LKSA yang telah dilakukan di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Papua dan Papua Barat," katanya.
Ia menjelaskan, di Sulawesi Selatan masih pemadanan data, ada sekitar 2.028 Anak dari 54 LKSA yang harus difilter kembali berdasarkan usia Anak.
Lihat Juga :