Gegara Hazmat, Pemakam Jenazah Pasien COVID Ini 3 Hari Tak Pulang

Senin, 02 Agustus 2021 - 23:45 WIB
Seorang petugas pemakam jenazah pasien COVID-19 di Bangka Belitung, sampai tiga hari tak pulang ke rumah. MPI/Haryanto
PANGKALPINANG - Seorang petugas pemakam jenazah pasien COVID-19 di Bangka Belitung, sampai tiga hari tak pulang ke rumah. Ia melakukan itu, karena takut keluarganya tertular virus corona. Pasalnya, alat pelindung diri (APD) berupa hazmat yang digunakan saat bertugas berulang kali dipakai.

"Karena minimnya APD saya menjaga juga, dari pada menularkan nantinya lebih baik isolasi dulu sampai benar-benar merasa yakin," kata Prathama, salah satu petugas TRC BPBD Babel yang bertugas memakamkan jenazah pasien COVID-19 , Senin (2/8/2021).



Ia menuturkan, dirinya rela menginap di Posko Satgas COVID-19 dan dirinya juga rutin melakukan tes swab antigen guna deteksi dini virus corona. "Pokoknya di sini dulu sampai benar-benar merasa yakin dan hasilnya menunjukkan tidak terpapar COVID-19. Kalau dihitung ini sudah tiga hari tak pulang ke rumah," ujarnya.

Diketahui, tim pemakaman jenazah pasien COVID-19 yang bertugas di Satgas COVID-19 Babel, kehabisan stok APD berupa hazmat akibat meningkatnya angka kasus kematian di daerah tersebut. Mereka terpaksa menggunakan APD tersebut berulang kali setelah dicuci.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!