Cegah Karhutla, 17 Desa di Riau Ikut Program Desa Bebas Api
Sabtu, 31 Juli 2021 - 14:15 WIB
Nantinya jika 17 desa itu memang tidak ada kebakaran, maka akan ada hadiah untuk desa. Zukri mengharapkan desa-desa peraih penghargaan dapat memanfaatkan bonusnya dengan baik dan disisihkan untuk peralatan pemadam serta pemberdayaan Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai ujung tombak desa di lapangan.
"Para kepala desa harus bisa memetakan wilayahnya mana daerah yang rawan kebakaran. Jadi kita tidak lagi bicara penanganan atau pemadaman, melainkan pencegahan dengan pemetaan risiko," tegas Bupati. Baca juga:
BMKG: 55% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau
Sebanyak 15 desa di Kabupaten Pelalawan terlibat dalam program desa bebas api, yaitu Desa Lalang Kabung, Pangkalan Kerinci Timur dan Rantau baru. Untuk Program Desa Tangguh Api atau Fire Resilience Community (FRC), yaitu Desa Ransang, Sungai Ara, Sering, Pelalawan, Langgam, Penarikan, Pangkalan Gondai, Teluk Meranti, Teluk Binjai, Petodaan, Kuala Panduk dan Pangkalan Terap.
Direktur PT RAPP, Mulia Nauli menjelaskan sejak diluncurkan program desa bebas api, telah berhasil menurunkan tingkat karhutla dari 4.279 hektar pada tahun 2013 menjadi 22 hektar pada tahun 2020 di desa-desa peserta program desa bebas api.
Capaian ini, kata Mulia, berkat kerjasama dan peran serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat. "Hingga hari ini RAPP telah bermitra dengan 39 desa di 5 kabupaten di Provinsi Riau, mencakup total wilayah sekitar 803.684 hektar. Untuk kabupaten Pelalawan sebanyak 18 Desa sudah mengikuti program desa bebas api," ungkap Mulia.
"Para kepala desa harus bisa memetakan wilayahnya mana daerah yang rawan kebakaran. Jadi kita tidak lagi bicara penanganan atau pemadaman, melainkan pencegahan dengan pemetaan risiko," tegas Bupati. Baca juga:
BMKG: 55% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau
Sebanyak 15 desa di Kabupaten Pelalawan terlibat dalam program desa bebas api, yaitu Desa Lalang Kabung, Pangkalan Kerinci Timur dan Rantau baru. Untuk Program Desa Tangguh Api atau Fire Resilience Community (FRC), yaitu Desa Ransang, Sungai Ara, Sering, Pelalawan, Langgam, Penarikan, Pangkalan Gondai, Teluk Meranti, Teluk Binjai, Petodaan, Kuala Panduk dan Pangkalan Terap.
Direktur PT RAPP, Mulia Nauli menjelaskan sejak diluncurkan program desa bebas api, telah berhasil menurunkan tingkat karhutla dari 4.279 hektar pada tahun 2013 menjadi 22 hektar pada tahun 2020 di desa-desa peserta program desa bebas api.
Capaian ini, kata Mulia, berkat kerjasama dan peran serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat. "Hingga hari ini RAPP telah bermitra dengan 39 desa di 5 kabupaten di Provinsi Riau, mencakup total wilayah sekitar 803.684 hektar. Untuk kabupaten Pelalawan sebanyak 18 Desa sudah mengikuti program desa bebas api," ungkap Mulia.
Lihat Juga :