RS Otak di Sulsel Bakal Dibangun 2022, Kemenkes Siapkan Rp900 M
Jum'at, 04 Juni 2021 - 15:47 WIB
Dia melanjutkan, RS Pusat Otak Nasional itu ke depan tidak hanya untuk penanganan otak. Namun juga sebagai pusat pelayanan jantung, stroke, hingga kanker yang melayani di kawasan Timur Indonesia. Pemprov Sulsel dalam proyek ini akan membantu dalam penyediaan lahan pembangunan.
"Untuk rencana proses pengerjaan fisik diperkirakan pada tahun 2022. Saat ini, masih melakukan survei lokasi di beberapa lahan aset milik pemprov. Intinya lokasi yang aksebilitas yang cepat untuk daerah, dan juga cepat dari luar," ujarnya.
Baca juga:Pemprov Sulsel Tunggu Juklak Jadwal Seleksi CPNS-PPPK
Dalam kesempatannya, Andi Sudirman mengusulkan agar penamaan RS tersebut nantinya menjadi rumah sehat. Dengan harapan, tidak hanya untuk penanganan, namun mengutamakan pencegahan.
"Kita usul agar nomenklatur sedianya bisa diubah nama menjadi rumah sehat sehingga masyarakat ke rumah sehat, bukan karena sakit tapi lebih banyak karena sifatnya preventif. Kita ingin menggagas rumah sehat, meski ada penanganan melalui recovery (pemulihan), namun kita lebih perkuat bagaimana pencegahan," beber Andi Sudirman.
Olehnya itu, untuk mendukung hal itu puskesmas akan didorong untuk aktif terlibat memberikan pelayanan kesehatan. “Seperti namanya sebagai Pusat kesehatan masyarakat, bisa menjadi promotor kesehatan. Sehingga saling menguatkan dengan Puskesmas di seluruh Sulawesi Selatan, sebagai garda terdepan promotor kesehatan," jelasnya.
"Untuk rencana proses pengerjaan fisik diperkirakan pada tahun 2022. Saat ini, masih melakukan survei lokasi di beberapa lahan aset milik pemprov. Intinya lokasi yang aksebilitas yang cepat untuk daerah, dan juga cepat dari luar," ujarnya.
Baca juga:Pemprov Sulsel Tunggu Juklak Jadwal Seleksi CPNS-PPPK
Dalam kesempatannya, Andi Sudirman mengusulkan agar penamaan RS tersebut nantinya menjadi rumah sehat. Dengan harapan, tidak hanya untuk penanganan, namun mengutamakan pencegahan.
"Kita usul agar nomenklatur sedianya bisa diubah nama menjadi rumah sehat sehingga masyarakat ke rumah sehat, bukan karena sakit tapi lebih banyak karena sifatnya preventif. Kita ingin menggagas rumah sehat, meski ada penanganan melalui recovery (pemulihan), namun kita lebih perkuat bagaimana pencegahan," beber Andi Sudirman.
Olehnya itu, untuk mendukung hal itu puskesmas akan didorong untuk aktif terlibat memberikan pelayanan kesehatan. “Seperti namanya sebagai Pusat kesehatan masyarakat, bisa menjadi promotor kesehatan. Sehingga saling menguatkan dengan Puskesmas di seluruh Sulawesi Selatan, sebagai garda terdepan promotor kesehatan," jelasnya.
Lihat Juga :