Korban Amukan Keluarga Pasien COVID-19 Melapor, Polisi Fasilitasi Mediasi
Sabtu, 24 Juli 2021 - 14:19 WIB
"Memang harus kami akui, akibat kejadian itu ada luka-luka pada bagian tangan perawat karena saat itu sempat terjadi perebutan gunting sampai patah. Namun kedua belah pihak membuka mediasi ," katanya kepada wartawan di Mapolsek Ambarawa, Sabtu (24/7/2021).
Tangan perawat RS dr Gunawan Mangun Kusumo Ambarawa, Kabupaten Semarang terluka akibat terkena sabetan gunting pelaku yang mengamuk di rumahnsakit itu. Foto/Ist
Kapolsek mengatakan, kronologi kejadian tersebut bermula ketika seorang pasien berinisial NH (37) dinyatakan meninggal dunia karena positif COVID-19. Kemudian ketika hendak dilakukan pemulasaran jenazah, datang pelaku berinisial NAS yang minta difotokan kondisi jenazah karena secara prosedur tidak dibolehkan ikut menyaksikan.
"Namun pelaku emosi dan terjadilah keributan. Dari hasil keterangan saksi-saksi, tidak ada niatan pelaku melukai tenaga kesehatan iti. Hanya saja, karena emosi sesaat ditambah antisipasi petugas keamanan rumah sakit sehingga terjadi keributan," ujarnya.
Tangan perawat RS dr Gunawan Mangun Kusumo Ambarawa, Kabupaten Semarang terluka akibat terkena sabetan gunting pelaku yang mengamuk di rumahnsakit itu. Foto/Ist
Kapolsek mengatakan, kronologi kejadian tersebut bermula ketika seorang pasien berinisial NH (37) dinyatakan meninggal dunia karena positif COVID-19. Kemudian ketika hendak dilakukan pemulasaran jenazah, datang pelaku berinisial NAS yang minta difotokan kondisi jenazah karena secara prosedur tidak dibolehkan ikut menyaksikan.
"Namun pelaku emosi dan terjadilah keributan. Dari hasil keterangan saksi-saksi, tidak ada niatan pelaku melukai tenaga kesehatan iti. Hanya saja, karena emosi sesaat ditambah antisipasi petugas keamanan rumah sakit sehingga terjadi keributan," ujarnya.
Lihat Juga :