Unggah Gambar Kerumunan di Gantangan, Pemuda Gresik Bonyok Dihajar Pecinta Burung
Kamis, 22 Juli 2021 - 20:24 WIB
Mereka memukuli korban di tempat kosnya yang tak jauh dari tempat arena lomba burung. Kepada polisi, korban mengaku dipukuli dengan tangan kosong dan pipa shockbreaker serta kayu. Korban juga ditendang bagian kaki, badan dan kepalanya. Akibatnya korban mengalami sejumlah luka di wajah dan tubuhnya.
Kapolsek Manyar, AKP Bima Sakti membenarkan peristiwa itu. Saat ini pihaknya telah melakukan penyelidikan atas kasus tersebut, serta memburu para pelaku yang melakukan penganiyaan terhadap korban. "Sudah kami tangani, beberapa saksi di lapangan juga kami hadirkan," kata Bima, Kamis (22/7/2021).
Baca juga: Ssst...Hamil di Luar Nikah, Ratusan Remaja di Musi Rawas Ajukan Dispensasi Nikah
Alumni Akpol tahun 2013 ini membenarkan jika polisi bertindak, karena adanya unggahan korban. Dia menyebut bahwa pembubaran itu dilakukan karena arena gantangan burung di Desa Peganden mendatangkan massa, sehingga terjadi kerumunan . "Dari unggahan korban itulah, polisi, TNI dan pihak kecamatan langsung menuju lokasi gantang untuk membubarkan paksa," bebernya.
Kendati demikian, Bima meyayangkan atas tindakan sejumlah pelaku yang belum diketahui identitasnya itu. Pasalnya, mestinya mereka tidak perlu melakukan kekerasan. "Apalagi korban ini maksudnya benar, mengingatkan agar tidak ada kerumunan di tengah pemberlakukan PPKM Darurat," pungkasnya.
Kapolsek Manyar, AKP Bima Sakti membenarkan peristiwa itu. Saat ini pihaknya telah melakukan penyelidikan atas kasus tersebut, serta memburu para pelaku yang melakukan penganiyaan terhadap korban. "Sudah kami tangani, beberapa saksi di lapangan juga kami hadirkan," kata Bima, Kamis (22/7/2021).
Baca juga: Ssst...Hamil di Luar Nikah, Ratusan Remaja di Musi Rawas Ajukan Dispensasi Nikah
Alumni Akpol tahun 2013 ini membenarkan jika polisi bertindak, karena adanya unggahan korban. Dia menyebut bahwa pembubaran itu dilakukan karena arena gantangan burung di Desa Peganden mendatangkan massa, sehingga terjadi kerumunan . "Dari unggahan korban itulah, polisi, TNI dan pihak kecamatan langsung menuju lokasi gantang untuk membubarkan paksa," bebernya.
Kendati demikian, Bima meyayangkan atas tindakan sejumlah pelaku yang belum diketahui identitasnya itu. Pasalnya, mestinya mereka tidak perlu melakukan kekerasan. "Apalagi korban ini maksudnya benar, mengingatkan agar tidak ada kerumunan di tengah pemberlakukan PPKM Darurat," pungkasnya.
(eyt)