Pandemi COVID-19, Antuasiasme Berkurban Warga Tangsel Tinggi
Minggu, 18 Juli 2021 - 07:13 WIB
Antusiasme warga di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) untuk berkurban pada pandemi COVID-19 tetap tinggi. SINDOnews/Hasan Kurniawan
TANGERANG SELATAN - Antusiasme warga di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) untuk berkurban pada pandemi COVID-19 tetap tinggi. Juragan Kambing Tangsel, Muksin Al-Fachry mengatakan, permintaan hewan kurban dari warga atau perorangan masih cukup tinggi.
Dia mengatakan, penurunan permintaan hewan kurban hanya pada sekolah dan perusahaan karena selama pandemi COVID-19, pihak sekolah dan perusahaan yang tidak beroperasi. "Semangat berkurban masyarakat tidak berkurang, yang biasa berkurban tetap berkurban, walaupun harga kambing ada kenaikan," katanya, Sabtu (18/7/2021).
Menurut dia, yang mengalami penurunan justru sekolahan dan perusahaan, dari yang biasanya memborong hewan kurban, kini tidak lagi. Alhasil, omzet penjualan pun jeblok, karena hanya mengandalkan perorangan. (Baca juga; Gus Baha Jelaskan Hukum Berkurban untuk Orangtua yang Meninggal )
"Sampai hari ini sudah 250 ekor yang terjual. Ya, hampir sama dengan pandemi tahun lalu, sekitar 350 ekor. Biasanya pas H-1 pembeli membeludak. Tapi kalau sebelum pandemi, jumlahnya jauh bisa sampai 450 ekor," jelasnya.
Dia mengatakan, penurunan permintaan hewan kurban hanya pada sekolah dan perusahaan karena selama pandemi COVID-19, pihak sekolah dan perusahaan yang tidak beroperasi. "Semangat berkurban masyarakat tidak berkurang, yang biasa berkurban tetap berkurban, walaupun harga kambing ada kenaikan," katanya, Sabtu (18/7/2021).
Menurut dia, yang mengalami penurunan justru sekolahan dan perusahaan, dari yang biasanya memborong hewan kurban, kini tidak lagi. Alhasil, omzet penjualan pun jeblok, karena hanya mengandalkan perorangan. (Baca juga; Gus Baha Jelaskan Hukum Berkurban untuk Orangtua yang Meninggal )
"Sampai hari ini sudah 250 ekor yang terjual. Ya, hampir sama dengan pandemi tahun lalu, sekitar 350 ekor. Biasanya pas H-1 pembeli membeludak. Tapi kalau sebelum pandemi, jumlahnya jauh bisa sampai 450 ekor," jelasnya.
Lihat Juga :