Heboh Soal Vaksin Palsu di Puskesmas Karawang, Ini Kata Bupati Cellica
Rabu, 14 Juli 2021 - 08:34 WIB
Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana menyesalkan berita yang sempat viral tentang adanya praktik pemberian vaksin palsu. SINDOnews/Nila
KARAWANG - Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana menyesalkan berita yang sempat viral tentang adanya praktik pemberian vaksin palsu . Modusnya jarum disuntikan ke tangan yang akan divaksin, namun cairan vaksin tidak dimasukan ke tubuh. Itu terlihat melalui video flunger tidak ditekan saat disuntik.
"Saya sudah bertemu dengan para pihak baik itu vaksinatornya atau mereka yang ada dalam video tersebut. Hanya saja, siapa yang benar kita belum tahu karena masing-masing dengan argumentnya sendiri. Kita serahkan saja masalah ini kepada hukum untuk dicari kebenarannya," kata Cellica, Rabu (14/7/21).
Menurut Cellica, dia memastikan akan memberikan sanksi tegas kepada aparatnya jika memang melakukan kesalahan saat vaksinasi. Namun jika kesalahan oleh pembuat video viral itu, harus di proses secara hukum.
"Saya sudah menyerahkan masalah agar di proses hukum. Karena ini sudah mengganggu program vaksinasi di Karawang. Masyarakat bisa tidak percaya untuk divaksin," katanya.
Menurut Cellica, salah satu cara mengetahui apakah pembuat video viral itu sudah di vaksin atau belum melalui sampel darah. Melalui sampel darah itu akan diketahui apakah di tubuhnya sudah terbentuk anti bodi atau belum. "Soal ini kita serahkan kepada ahlinya untuk memeriksa. Ini kita lakukan untuk mencari kebenaran," katanya.
Cellica mengungkapkan kasus ini bermula ketika 3 orang wanita yang bekerja di salah satu toko bangunan melakukan vaksin di Puskesmas Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur. Salah seorang yang di vaksin yaitu Tari membuat video saat divaksin. Kemudian video tersebut masuk media sosial dan menimbulkan kehebohan.
"Saya sudah bertemu dengan para pihak baik itu vaksinatornya atau mereka yang ada dalam video tersebut. Hanya saja, siapa yang benar kita belum tahu karena masing-masing dengan argumentnya sendiri. Kita serahkan saja masalah ini kepada hukum untuk dicari kebenarannya," kata Cellica, Rabu (14/7/21).
Menurut Cellica, dia memastikan akan memberikan sanksi tegas kepada aparatnya jika memang melakukan kesalahan saat vaksinasi. Namun jika kesalahan oleh pembuat video viral itu, harus di proses secara hukum.
"Saya sudah menyerahkan masalah agar di proses hukum. Karena ini sudah mengganggu program vaksinasi di Karawang. Masyarakat bisa tidak percaya untuk divaksin," katanya.
Menurut Cellica, salah satu cara mengetahui apakah pembuat video viral itu sudah di vaksin atau belum melalui sampel darah. Melalui sampel darah itu akan diketahui apakah di tubuhnya sudah terbentuk anti bodi atau belum. "Soal ini kita serahkan kepada ahlinya untuk memeriksa. Ini kita lakukan untuk mencari kebenaran," katanya.
Cellica mengungkapkan kasus ini bermula ketika 3 orang wanita yang bekerja di salah satu toko bangunan melakukan vaksin di Puskesmas Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur. Salah seorang yang di vaksin yaitu Tari membuat video saat divaksin. Kemudian video tersebut masuk media sosial dan menimbulkan kehebohan.
Lihat Juga :